PDIP: Calon Pendamping Gus Ipul Mengerucut ke Tiga Nama

Ramadhan Rizky, CNN Indonesia
Selasa, 09/01/2018 21:55 WIB
PDIP: Calon Pendamping Gus Ipul Mengerucut ke Tiga Nama
Sekjen PDIP mengumumkan sejauh ini sosok yang akan mengganti Abdullah Azwar Anas sebagai jagoan partai tersebut menjadi cawagub Jatim mengerucut tiga sosok. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah kadernya, Abdullah Azwar Anas, mundur dari pencalonan jadi wakil gubernur Jawa Timur, PDIP mencari sosok pengganti yang akan mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam Pilkada Jatim 2018.

Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristianto mengaku partainya telah mengerucutkan tiga nama bakal cawagub dalam Pilgub Jatim. Tiga nama kader PDIP itu adalah Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari, dan Bupati Ngawi Budi Sulistiono.


"Nama inilah yang dinilai mampu hadir sebagai pasangan Gus Ipul di Jawa Timur," ujar Hasto di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta Pusat (9/1).

"Dengan demikian nama-nama sudah semakin mengerucut dan akan kami bahas kembali yang pasti tidak akan kami umumkan pada hari ini," tambahnya.
PDIP: Pendamping Gus Ipul Mengerucut ke Tiga NamaSaifullah Yusuf diusung PKB dan PDIP di Pilgub Jatim. Sampai saat ini belum ditentukan calon wakil gubernurnya. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Hasto mengklaim tiga sosok itu telah mendapat rekomendasi dan dukungan dari para kiai di Jatim dan PKB sebagai mitra koalisinya. Ketiga nama itu pula sudah memiliki kriteria sebagai cawagub dari PDIP untuk mendampingi Gus Ipul di Jatim.

"Dari nama-nama tersebut kami nilai positif kemudian kita terus komunikasi kan masih ada waktu. Kami berpegang teguh dengan masukan para kiai," ujar Hasto.

Ia mengatakan hanya menunggu keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan momentum yang tepat untuk mengumumkannya.

"Kami mencari momentum aja," ucap Hasto.

Sebelumnya, PDIP memastikan akan mengumumkan pengganti Azwar Anas sebagai cawagub Jawa Timur, besok. Hasto mengatakan pengumuman pengganti Anas sengaja dilakukan pada Rabu mengikuti kebiasaan Presiden Joko Widodo yang kerap mengumumkan isu penting pada hari tersebut.

(kid)