Jelang Pilkada Serentak, Mendagri Tjahjo Rapat dengan Bawaslu

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia
Rabu, 10/01/2018 00:40 WIB
Jelang Pilkada Serentak, Mendagri Tjahjo Rapat dengan Bawaslu
Mendagri Tjahjo Kumolo menggelar rapat dengan Bawaslu menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bersama sejumlah pejabat eselon I dan II Kemendagri mengadakan rapat koordinasi pelaksanaan teknis dengan komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Rapat berlangsung kurang lebih satu jam di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (9/1). Usai rapat, Tjahjo mengatakan telah membahas berbagai hal teknis menyangkut pelaksanaan Pilkada Serentak.

“Bahkan sampai hal-hal teknis yang terkecil kita bahas,” ucap Tjahjo usai rapat.

Tjahjo mengatakan rapat dengan Bawaslu membahas segala aspek yang berkaitan dengan pencegahan praktik politik uang, antisipasi kampanye ujaran kebencian bernuansa SARA, serta menjaga netralitas aparatur sipil negara selama pilkada berlangsung.

Tjahjo menilai sejauh ini Bawaslu telah siap mengawasi pelaksanaan pilkada serentak. Menurut Tjahjo, Bawaslu telah mengonsolidasikan seluruh jajarannya hingga tingkat terbawah untuk menjaga agar pilkada berjalan demokratis.
“Pemerintah optimis Bawaslu sudah siap. Kalau pasukan perang, komandonya dari tingkat paling bawah sudah siap,” ujar Tjahjo.

Meski begitu, Tjahjo menyampaikan masih ada hal-hal yang harus dibahas kembali antara Kemendagri dan Bawaslu, terutama dalam menjaga netralitas PNS selama pilkada berlangsung.

“Misalnya bagaimana jika calon kepala daerah itu istrinya PNS. Harus cuti atau bagaimana. Pasti istrinya kan diajak kampanye. Itu masih dibahas,” ucap tjahjo.

Tjahjo juga berencana melakukan evaluasi dengan daerah yang melaksanakan pilkada melalui video conference. Mekanisme evaluasi tersebut akan melibatkan institusi tingkat pusat dengan institusi di daerah masing-masing seperti Polres, KPUD, dan Panwaslu.
“Nanti dilaksanakan di sela-sela antara selesainya kampanye pilkada serentak dengan hari H,” ucap Tjahjo.

Tjahjo lalu mengatakan pada Mei nanti dirinya akan mengadakan rapat koordinasi dengan pimpinan sejumlah institusi. Rapat tersebut juga membahas pelaksanaan pilkada agar berjalan tertib, aman, dan lancar.

Dalam rapat tersebut, Tjahjo akan datang bersama bupati dan wali kota yang daerahnya melaksanakan pilkada serentak. Rapat juga akan dihadiri Panglima TNI hingga Komandan Kodim, Kapolri hingga Kapolres, Jaksa Agung sampai kepala Kejaksaan negeri, KPU hingga KPUD, serta Bawaslu hingga petugas Panwas tingkat kabupaten/kota.

“Mudah-mudahan bisa lancar dan tertib di 171 daerah,” katanya.
Ketua Bawaslu, Abhan, mengamini apa yang telah disampaikan Tjahjo. Dia mengatakan pertemuan dengan Tjahjo merupakan yang pertama kali untuk membahas teknis pelaksanaan pilkada.

Abhan mengaku sudah siap mengawal pelaksanaan pilkada serentak agar tercipta suasana demokratis yang bebas dari politik uang, ujaran kebencian, serta terjaganya netralitas di kalangan PNS.

“Kelembagaan kami sudah siap sampai level desa dan kelurahan. Kami Akan segera melantik pengawas pemilu kelurahan dan desa,” ucap Abhan.
Abhan berharap para calon kepala daerah praktik kampanye hitam, politik uang, dan langkah tidak sportif lain selama pilkada berlangsung. Dia ingin para calon kepala daerah benar-benar mengutamakan adu program dan visi untuk membangun daerahnya masing-masing.

Dia juga mengaku telah bekerja sama dengan Direktorat Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri untuk menindktegas mereka yang melanggar aturan main.

“Kami akan bersama kepolisian dan kejaksaan untuk memproses kalau itu memenuhi unsur tindak pidana kampanye hitam,” ucap Abhan.

(aal)