PPP Butuh Diskusi Tiga Malam Sepakati Koalisi PDIP di Sumut

Abi Sarwanto, CNN Indonesia
Kamis, 11/01/2018 08:06 WIB
PPP Butuh Diskusi Tiga Malam Sepakati Koalisi PDIP di Sumut
PPP dan PDIP berkoalisi untuk Pilgub Sumut untuk mendukung pasangan Djarot-Sihar. Ketum PPP Romahurmuziy mengakui, sempat terjadi pergolakan di internal PPP terkait dukungan dan koalisi ini. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengungkapkan, partainya butuh diskusi sampai tiga malam untuk memutuskan berkoalisi dengan PDIP mendukung pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Pemilihan Gubernur Sumatra Utara (Pilgub Sumut) 2018.

Menurut Romi, sapaan Romahurmuziy, sebelum keputusan itu diambil ada dinamika di internal partainya, terutama dari pengurus wilayah di Sumut.

"Karena itu butuh tiga malam untuk berdiskusi dengan PDIP," kata Romahurmuziy di JCC, Jakarta, Rabu (10/1).


Keputusan itu juga diambil setelah Romi menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar kemarin malam. Terlebih posisi PDIP yang memiliki 16 kursi membutuhkan tambahan empat kursi milik PPP agar dapat mengusung Djarot-Sihar.

Romi menuturkan, sempat muncul opsi menduetkan Djarot dengan Tengku Erry Nuradi bakal calon gubernur petahana dan Nur Azizah yang merupakan bakal calon wakil gubernur petahana.

"Ketika kita menyarankan rekan-rekan PDIP untuk bisa memilih nama-nama yang berada dalam koridor warna PPP, pada akhirnya kita berbicara kemungkinan elektabilitas menang," ujarnya.


Sumut, kata Romi merupakan daerah dengan 32 persen terdiri dari non muslim dan 68 persen berpenduduk muslim. Selain itu sebanyak 35 persen warga Sumut merupakan orang Jawa.
"Sehingga Djarot ditempatkan di situ," katanya.

Romi nengaku, pembicaraan untuk berkoalisi dengan PDIP di Sumut dan juga termasuk Jawa Tengah telah dilakukan sejak acara pernikahan anak Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Dan itu yang terwujud dimana kader kita anggota DPRD sekaligus kader kita Gus Yasin kita sodorkan di Jateng dan untuk PDIP mengajukan sepenuhnya kita dukung di Sumut," katanya.


Sebelumnya, DPW PPP Sumatra Utara menolak keputusan dewan pimpinan pusat yang mengusung pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Pilgub Sumut. Latar belakang agama Sihar jadi alasan penolakan tersebut. PPP berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung pasangan tersebut di Pilgub Sumut.

Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis mengatakan, PPP tidak mempermasalahkan siapapun yang akan diusung menjadi cagub-cawagub Sumut selama beragama Islam. (osc/gil)