Garda Alumni 212 Pantau Pilkada, Siap Pakai Umat untuk Aksi

Tiara Sutari , CNN Indonesia
Sabtu, 13/01/2018 20:59 WIB
Garda Alumni 212 Pantau Pilkada, Siap Pakai Umat untuk Aksi
Garda Alumni 212 akan memantau pilkada untuk memastikan kemenangan diraih oleh pemimpin yang mendahulukan kepentingan umat. Pola aksi di Jakarta bisa digunakan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Garda 212 Ansufri Idrus Sambo menyatakan pihaknya akan memantau pergerakan pasangan calon kepala daerah di seluruh daerah dalam Pilkada Serentak 2018. Mereka, sambung Sambo, bahkan tak segan mengerahkan umat untuk menggelar aksi selama pilkada.

Mantan Ketua Presidium Alumni 212 itu mengatakan, pantauan dilakukan untuk memastikan kemenangan pilkada bisa diraih pemimpin yang mendahulukan kepentingan umat.

“Iya, kami memantau terus, ini untuk kepentingan kita semua, untuk umat agar yang sudah-sudah tak terjadi lagi,” kata Sambo di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).


Sambo mengatakan, bukan tidak mungkin pola aksi yang pernah digelar selama pilgub DKI Jakarta 2017 juga dilakukan di daerah lain pada pilkada serentak. Karena itu, dia akan memantau jika ada indikasi calon pemimpin di daerah yang melakukan kesalahan.

"Mungkin pola-polanya aksi saja, bisa kita tarik umat kayak (aksi) di Jakarta, tapi mungkin kami tidak bisa datang ke daerah, ya orang sana yang melakukan aksi. Kami hanya berikan masukan, nanti pakai umat," kata Sambo.

Garda Alumni 212 Pantau Pilkada, Siap Pakai Umat untuk AksiAnsufri Idrus Sambo bersama Garda 212 akan memantau calon kepala daerah selama pilkada serentak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Dia mengatakan, sesuai amanat yang disampaikan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, pihaknya menyatakan akan menggerakkan umat dan melakukan kegiatan serupa seperti yang dilakukan alumni 212 di Jakarta.

"Ya memang, seperti solidnya umat Islam saat pilkada DKI Jakarta itu bisa diterapkan di daerah lain, tapi kan tergantung daerahnya," kata pria yang juga pernah menjabat Ketua Presidium Tamasya Al-Maidah itu. Tamasya Al-Maidah adalah gerakan umat untuk turut memantau Pilgub DKI 2017 saat hari pencoblosan di tempat-tempat pemungutan suara.


Pada pilgub DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi calon gubernur petahana terjerat kasus penodaan agama. Selama masa kampanye, Ahok berkali-kali dihujat melalui Aksi Bela Islam oleh kelompok massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa.

Demonstrasi yang digelar pada 2 Desember 2016 atau Aksi 212 adalah bagian dari gelombang protes berjilid menuntut Ahok. Dia mengatakan, aksi semacam itu bisa saja digelar di daerah lain.

Garda 212 sendiri dibentuk sebagai wadah alumni dan simpatisan aksi 212 yang ingin berkiprah dalam politik praktis. (pmg)