Berkas Empat Paslon Pilgub Jabar Belum Penuhi Syarat

CNN Indonesia, CNN Indonesia
Rabu, 17/01/2018 17:34 WIB
Berkas Empat Paslon Pilgub Jabar Belum Penuhi Syarat
Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat menyatakan berkas pendaftaran empat bakal pasangan calon peserta Pilgub Jabar belum memenuhi syarat administrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat menyatakan berkas pendaftaran empat bakal pasangan calon peserta Pilgub Jabar belum memenuhi syarat administrasi.

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat mengatakan, kesimpulan itu didapat dari hasil pemeriksaan berkas pendaftaran cagub dan cawagub Jabar pada 11-17 Januari.

"Disimpulkan seluruh cagub dan cawagub menurut ketentuan PKPU No 3 tahun 2017 Pasal 54 ayat 2, statusnya belum memenuhi syarat," kata Yayat.

"Masing-masing pasangan calon diberikan kesempatan untuk memperbaiki selama tiga hari setelah rapat pleno, dimulai besok," ujar dia.

Empat paslon yang maju di Pilgub Jabar adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Mayjen (Purn.) Sudjrajat-Ahmad Syaikhu dan Mayjen (Purn.) Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan.

Komisioner KPU Jabar Endun Abdul Haq memaparkan, kekurangan syarat masing-masing paslon berbeda.


Berdasarkan hasil pemeriksaan tim verifikasi, kekurangan bakal calon gubernur Ridwan Kamil terkait SKCK masih berupa salinan dan bukan asli dari Polda Jabar, LHKPN masih tahun 2015, surat keterangan tidak pailit belum ada, berkas pajak masih berupa salinan, dan tim kampanye belum disampaikan ke KPU.

Sedangkan bakal wakil gubernur, Uu Ruzhanul Ulum, belum melampirkan surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilih dan bebas utang, LHKPN baru satu rangkap, pajak masih satu rangkap, STTB masih satu rangkap, dan tim kampanye yang belum disampaikan ke KPU.

Kekurangan bakal calon gubernur Deddy Mizwar, di antaranya formulir BB.2 dan daftar riwayat hidup belum diketahui pimpinan parpol pengusung.

Bakal calon wakil gubernur Dedi Mulyadi masih harus melengkapi formulir BB.2 dan daftar riwayat hidup yang juga harus ditandatangani pimpinan parpol pengusung, SPT harus lima tahun terakhir dan baru menyerahkan SPT tahun 2014 dan 2017.

Sementara itu, kekurangan bakal calon gubernur Sudrajat adalah ijasah S2 belum dilegalir. Begitu pula kekurangan bakal calon wakil gubernur Ahmad Syaikhu adalah fotocopy ijazah belum dilegalisir.


Pasangan yang mendaftar terakhir, Tubagus Hasanuddin, terdapat kekurangan formulir BB.2 dan daftar riwayat hidup belum diketahui pimpinan parpol pengusung, surat belum pernah dipidana belum lengkap, surat keterangan tidak memiliki utang dan tidak kehilangan hak pilih juga belum lengkap, LHKPN masih tahun 2014, SPT baru tahun 2016, keterangan tidak ada tunggakan pajak, STTB belum dilegalisir, dan naskah visi misi masih satu rangkap.

Bakal calon wakil gubernur Anton Charliyan, BB.2 dan daftar riwayat hidup belum ditandatangani pimpinan parpol pendukung, keterangan tidak pernah menjadi terpidana masih fotocopy, nelum ada keterangan bebas utang dan tidak pailit, serta pajak baru tahun 2015, 2016, dan 2017.

Lolos Tes Kesehatan

Selain mengumumkan hasil pemeriksaan berkas paslon, KPU Jabar juga menyampaikan pemeriksaan kesehatan (rikses) kepada tim kampanye paslon di Aula KPU Jabar, Jalan Garut, Kota Bandung.

Yayat menuturkan, berdasarkan rikses yang kami terima ada dua berkas yang disampaikan kepada KPU Jabar. Satu berkas bersifat rahasia. Sedangkan satu surat lainnya dari tim rikses yang ditandatangani Eka Mulyana selaku ketua tim rikses, Erwan, Irfhan Fahmi dan Wiryanto Sugiri.

"Surat ini menjelaskan hasil rikses masing-masing bapaslon. Kedelapan cagub dan cawagub memenuhi syarat sebagai cagub dan cawagub dari sisi kesehatan," jelas Yayat.
[Gambas:Video CNN] (hyg/gil)