KPU Nyatakan 'Kotak Kosong' Berkurang Jadi 12 Daerah

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia
Kamis, 18/01/2018 21:47 WIB
KPU Nyatakan 'Kotak Kosong' Berkurang Jadi 12 Daerah
KPU memastikan, pasangan calon tunggal hanya terjadi di 12 daerah setelah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah memilikipaslon baru. Adapun 12 paslon tunggal itu akan melawan kotak kosong. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum menyatakan bahwa keberadaan pasangan calon tunggal yang melawan kotak kosong berkurang dari 13 menjadi 12 daerah. Hal itu terjadi karena ada pasangan calon baru di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang mendaftar di menit akhir masa pendaftaran, Selasa lalu (16/1).

Pasangan calon baru tersebut yakni Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih yang diusung koalisi Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera. Pasangan itu akan melawan Juliyatmono-Robert Christanto yang didukung koalisi PDIP, PPP, PKB, PAN, Golkar, Demokrat, dan Hanura.

“Gerindra mencabut dukungannya dan diambil alih DPP Gerindra dari koalisi pasangan yang mendaftar,” ucap Komisioner KPU Ilham Saputra melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (18/1).


Diketahui, sebelumnya Gerindra memberikan dukungannya kepada pasangan Juliyatmono-Robert Christanto. Gerindra lalu pecah koalisi dengan memajukan pasangan baru bersama Aceh.

Sebelumnya, KPU membuka pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah pada 8-10 Januari lalu. Ada 13 daerah yang hanya menerima satu bakal pasangan calon. Pasangan calon di daerah tersebut hanya akan melawan kotk kosong.

KPU kemudian memperpanjang masa pendaftaran pada 14-16 Februari di 13 daerah tersebut.


Kini, ada 12 daerah yang masih memiliki bakal calon pasangan kepala daerah tunggal hingga saat ini. Daerah tersebut, yakni Kota Prabumulih (Sumatera Selatan), Kabupaten Lebak (Banten), Kabupaten Tangerang (Banten), Kota Tangerang (Banten), Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), Kabupaten Enrekang (Sulawesi Selatan), dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara).

Kemudian Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan), Kabupaten Puncak Jaya (Papua), Kabuaten Mamasa (Sulawesi Barat), Kabupaten Jayawijaya (Papua), dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Sumatra Utara).

(osc/osc)