Raisa Turut Amankan Pilkada di Sulsel

CNN Indonesia, CNN Indonesia
Rabu, 14/02/2018 08:46 WIB
Raisa Turut Amankan Pilkada di Sulsel
Mobil Raisa bakal mengeluarkan suara yang sangat mengganggu jika terjadi kericuhan saat pilkada di Sulsel. Suara dari mobil Raisa bahkan bisa bikin orang mual dan muntah. (CNN Indonesia/Ochank Nuno).
Makassar, CNN Indonesia -- Polda Sulawesi Selatan telah menyiapkan pengamanan pilkada serentak 2018 sejak jauh hari. Pada hari penetapan calon dan pengambilan nomor urut dilakukan KPUD Sulsel pada 12 dan 13 Februari lalu, Polda pun menerjunkan personel beserta peralatan pendukungnya.

Salah satu kekuatan yang diterjunkan yakni jajaran personel dari Direktorat Shabara Polda Sulsel. Selain perlengkapan pengamanan, Dit Shabara juga membawa 'Raisa' alias Pengurai Massa untuk pengamanan. Raisa ini menjadi salah satu kendaraan taktis yang disiagakan Dit Shabara.

Raisa terlihat diparkir di salah satu sudut Four Point Hotel Makassar saat proses pengambilan nomor urut bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel pada Selasa (13/2).


Brigpol Nasaruddin, anggota Dit Sabhara Polda Sulsel yang mengemudikan mobil itu mengatakan, Raisa sengaja disiapkan untuk mengurai massa jika saja terjadi kericuhan.

"Sengaja dipasang di sini, untuk antisipasi kalau-kalau terjadi chaos," kata Nasaruddin, Selasa 13 Februari 2018 sore.

Berbeda dengan Raisa Andriana, penyanyi tanah air yang bersuara merdu, Raisa yang satu ini justru mengeluarkan suara yang terbilang mengganggu, tujuannya tentu saja untuk mengurai massa.


Menurut Nasaruddin, ada sebuah pengeras suara berkekuatan 1000 watt yang mampu mengeluarkan suara bising yang dapat mengganggu saraf setiap orang yang mendengarnya.

"Kalau diaktifkan, dapat mengganggu saraf melalui indera pendengaran, biasanya bikin mual bahkan sampai muntah, tapi tergantung penerimaan indera pendengaran setiap orang juga sih," ucapnya.

Suara Raisa ini memang sangat menggangu jika diaktifkan. Bahkan para polisi yang melakukan pengamanan juga akan menjadi korban. Nasaruddin mengungkapakan, bahwa salah satu atasannya pernah menjadi korban.

"Kanit (Kepala Unit) saya pernah mual itu gara-gara dengar suaranya," ungkapnya.


Namun, terang Nasaruddin, pengeras suara itu hanya digunakan pada saat yang sangat genting saja. Nasaruddin dianjurkan untuk menghimbau massa menggunakan pengeras suara bertenaga 600 Watt.

"Ada dua pengeras suara, yang satunya itu berkekuatan 600 Watt, itu khusus digunakan untuk menghimbau agar massa tidak chaos. Nah kalau chaos baru kita pakai yang 1000 Watt," ucap dia.

Di jajaran Polda Sulsel ada empat unit mobil Raisa, dua diantaranya digunakan di Direktorat Sabhara Polda Sulsel, dua lainnya digunakan di Polrestabes Makassar dan Polres Luwu Timur.

"Semuanya beda spesifikasi, yang tulisan Raisa-nya warna merah yang lagi standby di Fly Over (Jalan Urip Sumohardjo) beda dengan yang warna kuning ini," kata Nasaruddin. (fzn)