Polda Jateng Razia Orang Gila Antisipasi Teror Jelang Pilkada

Damar Sinuko, CNN Indonesia
Rabu, 21/02/2018 11:01 WIB
Polda Jateng Razia Orang Gila Antisipasi Teror Jelang Pilkada
Ilustrasi orang dengan gangguan kejiwaan. (AFP PHOTO / Nazeer al-Khatib)
Semarang, CNN Indonesia -- Guna mengantisipasi munculnya teror menjelang Pilkada di Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah menggelar razia yang menyasar orang gila di sejumlah wilayah.

Razia dengan sasaran orang yang terindikasi gangguan jiwa dan berada di jalanan ini dilakukan menyusul maraknya teror di beberapa tempat di mana pelakunya dalam kondisi kurang waras. Teror tersebut tak lain berupa tindakan menyerang secara fisik seorang pemuka agama, tokoh masyarakat, hingga perusakan tembat ibadah.

"Melihat yang sudah terjadi di beberapa daerah dimana pelaku teror dalam kondisi tak waras, kita tak ingin kecolongan. Orang gila ini memang bisa dimanfaatkan beberapa pihak atau kelompok untuk menebar teror. Makanya kami meminta 35 Polres yang ada di Jawa Tengah untuk berkordinasi dengan Dinas Sosial setempat menggelar razia cipta kondisi," kata Kapolda Jateng Irjen Polisi Condro Kirono usai membuka Rakernis Jajaran Intelkam Polda Jateng di Semarang, Rabu (21/2) pagi.


Polda Jateng Razia Orang Gila Antisipasi Teror Jelang PilkadaCondro Kirono. (CNN Indonesia/Damar)
Selain merazia orang gila, Polda Jateng juga meminta jajarannya di tingkat Polres melakukan langkah masif untuk mengamankan Pilkada. Langkah deteksi dini dan penyelesaian masalah terkait risiko 'gesekan' atau konflik terkait Pilkada.

"Kami tekankan untuk langkah deteksi dini ke jajaran. Bilamana ada gesekan atau konflik antar pendukung Paslon peserta Pilkada, langsung mediasi selesaikan, utamakan dengan pendekatan kekeluargaan," tambah Condro.

Hampir sepekan jalannya masa kampanye, berdasarkan pantuan, kampanye hitam di media sosial yang tujuannya menjatuhkan pasangan calon lawan dalam Pilkada mulai bermunculan di Jawa Tengah. Bahkan, Polda Jateng sendiri menemukan beberapa kasus yang saat ini masih didalami.

"Kami temukan beberapa black campaign itu oleh tim Cyber Patrol, ada yang sedang kita dalami, ada juga yang kita selesaikan dengan menutup akun-akun yang ada. Kalau sampai saat ini, laporan resmi dari Peserta Pilkada maupun Tim Sukses belum ada. Kami ingin Pilkada ini aman dan kondusif," kata mantan Kakorlantas Polri tersebut.

Tahun ini, Jawa Tengah menggelar Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, serta Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota.

Meski saat ini belum ada kejadian gangguan keamanan yang menonjol, Polda Jawa Tengah terus meningkatkan keamanan dan pengamanan di seluruh wilayah untuk tetap memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.


Sebelumnya, di Jawa Timur, Polda setempat pun menggiatkan razia orang gila bekerja sama dengan dinas sosial.

"Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial masing-masing kabupaten atau kota akan melakukan razia terhadap orang-orang gila yang berkeliaran di jalanan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Selasa (20/2).

Selain dengan dinas-dinas sosial, Frans menyatakan pihaknya juga melakukan kerjasama dengan TNI terutama di tingkat Komando Resort Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) untuk bersama-sama memberikan pengamanan terhadap simbol agama maupun tokoh agama. (kid/ugo)