Cagub Papua Lukas Enembe-Klemen Punya Dana Kampanye Terbesar

RZR, CNN Indonesia
Senin, 12/03/2018 21:02 WIB
Cagub Papua Lukas Enembe-Klemen Punya Dana Kampanye Terbesar
Pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal disebut Bawaslu punya dana kampenye terbesar. (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon gubernur-wakil gubernur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal memiiki dana kampanye terbesar yakni sebesar Rp15 miliar. Berdasarkan catatan Badan Pengawas Pemilu, total ada delapan pasangan calon yang punya dana awal kampanye di atas Rp1 miliar.

Komisioner Bawaslu, Muhammad Afifudin mengatakan jumlah itu merupakan dana awal kampanye yang tercatat dalam rekening resmi kampanye kandidat.

"Dari 53 pasangan, ada yang memiliki paling banyak dana awal kampanyenya berada di range antara Rp1 Miliar- Rp15 Miliar yaitu ada delapan pasangan calon," kata Afifudin di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Dana awal kampanya didapat dari gabungan sumbangan pasangan calon, sumbangan partai politik dan pihak-pihak lainya yang sah (sumbangan perseorangan, swasta dan kelompok).

Afifudin menyatakan, jumlah ini pemetaan awal adri 25 hari penyelenggaraan kampanye.

Pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal diketahui punya dana kampanye terbesar Rp15 miliar. Disusul oleh pasangan Ali Bin Dachlan- Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni yang bertarung di pilgub NTB sebesar Rp10 Milyar.

Ditempat ketiga ditempati oleh pasangan yang bertarung di Pilgub Lampung, Arinal Djunaidi-Chusnunia dengan total dana sebesar Rp4,5 Milyar. 

Kemudian disusul oleh pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum yang bertarung di Pilgub Jawa Barat dengan dana Rp1,6 Milyar.

Sementara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang maju di Jawa Timur punya dana awal kampanye sebesar Rp1.7 Milyar.

Pasangan calon yang punya dana kampanye Rp1 miliar ada tiga yakni Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar  di Pilgub Maluku Utara, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati di Bali, dan pasangan Syahriee Ja'ang-Awang Ferdian Hidayat di Kalimatan Timur.

Sementara itu, tercatat ada empat pasangan calon kepala daerah tingkat provinsi dengan dana kampanye paling sedikit yang masing-masing mendapatkan dana kampanye Rp0 di rekening resmi miliknya.

Mereka diantaranya Herman Hasanusi-Sutono yang bertarung di Pilgub Lampung.  Lalu paslon Abdul Ghani Kasuba-Al Yasin Ali di Pilgub Maluku Utara. Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri di Pigub Lampung dan Muhammad Lukman Edy-Hardianto di Pilgub Riau.

"Mungkin ini penyumbang bagi mereka yang cuma dapat Rp0 nyumbangnya masih nanti, ini kan masih data awal," kata Afifudin.

Sementara itu, Bawaslu juga mencatat empat besar dana kampanye  bagi paslon kepala daerah di tingkat kabupaten/kota yang memiliki dana kampanye diatas Rp2 milyar.

Diperingkat pertama ditempati oleh paslon Luthfi-Qomar yang bertarung di Pilkada Kabupaten Cirebon dengan dana kampanye sebesar Rp2.6 milyar.

Lalu ditempat kedua disusul oleh pasangan Padil Karsoma-Acep Maman yang maju di Pilkada Purwakarta dengan dana Rp2,5 Milyar. Lalu disusul oleh pasangan calon dari Lombok Timur, Haerul Warisin- Machsun Ridwainny dan pasangan calon dari Padang Sidempuan, Irsan Efendi Nasution-Arwin Siregar dengan masing-masing dana sebesar Rp2 milyar.

Selain itu, Bawaslu juga mencatat ada empat pasangan calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota dengan dana kampanye paling sedikit yang hanya mengantongi masing-masing Rp50.000 di rekening resmi miliknya.

Mereka diantaranya paslon dari Kabupaten Bondowoso, Salwa Arifin-Irwan Bachtiar Rahmat. Selain itu, terdapat pasangan Hapit Padli-Erlansyah Rumsyah yang bertarung di Pilkada Lahat dan terakhir pasangan Sanwasi-Taufan Ansyar yang maju di Kabupaten Majalengka. (sur)