'Pohon Diselubungi Kain' dalam Debat Kandidat Pilgub Jabar

CNN Indonesia, CNN Indonesia
Selasa, 13/03/2018 12:34 WIB
'Pohon Diselubungi Kain' dalam Debat Kandidat Pilgub Jabar
Debat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar pertama tersebut mengangkat sejumlah isu seperti politik, hukum, ekonomi, pemerintahan daerah, UMKM dan infrastruktur. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia -- Debat kandidat Pilkada Jawa Barat yang pertama telah digelar di Gedung Sabuga, Kota Bandung, semalam. Dalam debat kandidat tersebut, selain memaparkan visi dan misi, empat pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jabar pun saling debat dengan jembatan sang moderator.

Salah satu yang menarik dalam debat semalam adalah pertanyaan calon wakil gubernur dari pasangan nomor urut 3, Ahmad Syaikhu, soal pohon-pohon yang diselubungi kain di Kabupaten Purwakarta kepada pasangan calon nomor urut 4, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.


Dedi, yang saat ini tercatat sebagai Bupati Purwakarta, pun menanggapi pertanyaan Syaikhu yang juga tercatat masih menjabat sebagai Wali Kota Bekasi tersebut.

Setelah kegiatan debat kandidat, Dedi menyatakan dirinya tak tersindir dengan pertanyaan perihal pemasangan kain pada pohon-pohon di Purwakarta.

"Ya, enggak ada problem apa-apa. Saya ditanya itu malah senang. Kan kita melakukan itu sesuai dengan etika lingkungan," ujar Dedi saat ditemui wartawan usai debat di Gedung Sabuga, Senin (12/3) malam.

Dedi menjelaskan, bagi orang yang tidak paham etika lingkungan akan sulit memahami filosofi kain pada pohon. Sebab, menurutnya yang dilarang adalah ketika pohon disembah. Ia pun mengulang jawaban yang ia berikan pada pertanyaan Syaikhu yaitu contoh pohon petai yang oleh masyarakat kerap diikat tali yang terbuat dari bambu.

Dedi mencontohkan pada pohon petai yang selalu diikat dengan tali yang terbuat dari bambu dan kukusan (aseupan).

"Di dalamnya ada etika kebudayaan yang berimplikasi dengan etika lingkungan," ungkapnya.


Di dalam debat, saat menanggapi jawaban Dedi soal pohon diselubungi kain itu sebagai hal yang ironi.

"Ironis karena pohon dikainin, tapi anak-anak tidak pakai kain. Pohon dimuliakan. Kenapa manusia tidak dimuliakan?" kata Syaikhu.

Dedi menjelaskan bahwa pemberian sarung terhadap pohon-pohon di Purwakarta adalah bagian dari memuliakan pohon. Menurutnya, pohon adalah sumber energi bagi lingkungan. Memuliakan pohon lebih baik daripada menebangnya secara tidak bertanggung jawab.

"Kita tutup kain biar tidak ada yang paku, tidak ada yang pasang iklan," kata Dedi.

Dedi pun meminta data soal yang dituduhkan Syaikhu soal banyaknya anak-anak yang tidak memiliki kain di Purwakarta. Pasalnya, selama memimpin Purwakarta dia tidak pernah menemui warganya, terutama anak-anak yang tidak punya kain atau sarung.

"Kalau dibilang ada anak-anak Purwakarta yang tidak pakai sarung, coba tunjukkan," kata dia dalam debat tersebut.

Usai kegiatan tersebut, terkait debat pertama, Dedi menilai semuanya berjalan dengan bagus. Meski demikian, Dedi yang juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jabar itu menyayangkan paslon lain masih mengedepankan posisi paslon lain sebagai walikota ataupun bupati dari daerahnya masing-masing.

"Saya menyampaikan tadi bahwa posisi kita hari ini calon gubernur dan calon wakil gubernur, bukan calon bupati dan walikota. Jadi enggak perlu menceritakan keistimewaan daerahnya masing-masing," ujarnya.

Menurutnya, penilaian tersebut bukan bermaksud menyindir salah satu cagub dan cawagub dalam penampilan debat malam itu. Hanya saja, kata dia, memimpin Jabar berbeda dengan cara memimpin walikota dan bupati.


'Pohon Diselubungi Kain' dalam Debat Kandidat Pilgub Jabar
(hyg/kid)