Ridwan Kamil Unggul di Perkotaan, Deddy Mizwar di Pedesaan

DHF, CNN Indonesia
Kamis, 15/03/2018 19:57 WIB
Ridwan Kamil Unggul di Perkotaan, Deddy Mizwar di Pedesaan
Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat saat debat Pilgub Jabar. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum diprediksi akan bersaing ketat dengan pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi dalam perebutan kursi pemimpin Jawa Barat. Pasangan Ridwan-Uu akan unggul di daerah perkotaan, sementara Deddy-Dedi unggul di pedesaan.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode Maret 2018 menunjukkan elektabilitas pasangan 'Rindu' dan 'dua D' itu berada di urutan atas. Elektabilitas Ridwan-Uu 43,7 persen, disusul Deddy-Dedi dengan 30,7 persen. Sedangkan Sudrajat-Ahmad Syaikhu 4,6 persen, dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 2,8 persen.

Survei dilakukan pada tanggal 1 hingga 8 Maret 2018 terhadap 801 orang. Responden yang dipilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah saat mengikuti survei.Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan toleransi kesalahan sebesar kurang lebih 3,5 persen.

"Dari survei ini, Ridwan-Uu unggul di wilayah perkotaan, sedangkan Deddy-Dedi unggul di pedesaan," kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani pada jumpa pers di kantor SMRC di Jakarta, Kamis (15/3).

Deni menjelaskan pada survei ini ada 65,1 persen daerah yang berciri perkotaan, sedangkan 34,9 persen berciri pedesaan.

SMRC mengkajinya lebih dalam dengan memetakan Jawa Barat ke dalam enam zona.

Zona 1 terdiri dari Bandung Raya dan Cimahi, sedangkan Zona 2 mencakup Cianjur dan Sukabumi. Lalu Zona 3 meliputi Bogor, Depok, dan Kota Bekasi.

Sementara Zona 4 mencakup Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Zona 5 adalaj Cirebon, Majalengka, Subang, dan Indramayu. Adapun Zona 6 meliputi Ciamis, Kuningan, Pangandaran, Banjar, Garut, dan Tasikmalaya.

"Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sementara unggul signifikan di Zona 1 dan Zona 6, dan cenderung seimbang dengan Deddy-Dedi di zona 2 ,3, dan 5," kata Deni.
Dari segi sosio-demografi, pasangan Ridwan-Uu unggul di semua kategori pendapatan. Namun mereka unggul telak di kalangan yang memiliki pendapatan tinggi.

Di kalangan masyarakat berpendapatan paling tinggi, lebih dari Rp4 juta, Ridwan-Uu dipilih memiliki elektabilitas 54 persen, sementara Deddy-Dedi hanya 18 persen. Adapun pasangan Sudrajat-Syaikhu 12 persen dan TB Hasanuddin-Anton 3 persen.

"Ridwan Kamil-Uu sementara unggul hampir di semua lapisan pendidikan dan pendapatan, kecuali di kalangan berpendidikan SD ke bawah yang lebih banyak memilih Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi," ucapnya.

Selain itu, survei juga menunjukkan mayoritas warga Jawa Barat yang tak puas dengan petahana, yakni Deddy Mizwar, mengalihkan dukungan ke pasangan calon Ridwan-Uu.

Deni Irvani menyatakan sebanyak 44,2 persen warga Jawa Barat puas dengan kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan. Sementara untuk kepemimpinan Deddy Mizwar sebagai Wakil Gubernur menuai 46,2 persen kepuasan dari masyarakat.

"Kalau dibuat tabulasi silang, ada pola jelas. Yang puas lebih banyak memilih Deddy-Dedi. Yang tidak puas, memilih pasangan lain, sejauh ini Ridwan Kamil-Uu," kata Deni.

Persaingan Ridwan-Uu dengan Deddy-Dedi juga terlihat dalam survei survei Litbang Kompas. Menurut hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas pasangan Deddy-Dedi atau Duo D mencapai 42,8 persen suara. Disusul kemudian pasangan Ridwan Kamil-Uu 39,9 persen.

Sementara pasangan Sudrajat-Ahmad meraih 7,8 persen dan pasangan TB Hasanuddin-Anton menggaet 3,1 persen.
(ugo/osc)