Ridwan Kamil Enggan Tepuk Tangan Karena Unggul di Survei

CNN Indoneai, CNN Indonesia
Jumat, 16/03/2018 04:29 WIB
Ridwan Kamil Enggan Tepuk Tangan Karena Unggul di Survei
Empat pasangan cagub-cawagyb yang bertarung di Pilkada Jabar 018. (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku enggan terbuai dengan raihan tinggi dalam survei. Sebab, hal itu hanya alat ukur untuk bekerja lebih keras selanjutnya.

"Hasil survei itu harus membuat kita lebih greget. Serta memaksimalkan upaya di sektor-sektor dimana kita lemah," ucap dia, dalam pesan tertulisnya, Kamis (15/3).

Hal itu dikatakannya terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di angka 43,7 persen atau tertinggi dibanding pasangan lain.

"Alhamdulillah, namun kami tidak menganggap survei segalanya, kami akan menjadikan penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi," imbuh pria yang akrab dipanggil Emil ini.

Menurutnya, parameter survei bisa saja berubah di pekan-pekan berikutnya. Walikota Bandung non-aktif ini juga mengajak seluruh pendukung serta partai pengusungnya untuk semakin intensif mendekat ke masyarakat.

"Elektabilitas tinggi itu bukan untuk ditepuktangani, tapi harus menjadi poin untuk bekerja lebih keras lagi," katanya.

Untuk itu, ia juga akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat. Menurut dia, mendengarkan aspirasi masyarakat tak cukup melalui medsos dan survei, namun harus turun ke lapangan.

"Seperti yang terjadi saat ini di Bogor, saya mendapatkan aspirasi masyarakat terkait pasar dan banyaknya pengangguran. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya ke depannya," terangnya.

Seperti diketahui, hasil survei SMRC yang dilakukan pada 1-8 Maret 2018 menunjukkan, elektabilitas pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mencapai 43,7 persen, disusul Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 30,7 persen, Sudrajat-Ahmad Syaikhu 4,6 persen dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 2,8 persen.

Menurut Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, secara demografis, Ridwan Kamil-UU, sementara unggul di perkotaan, etnis Sunda, Jawa, Cirebon, dan kalangan berpendidikan lebih tinggi. Sedangkan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi unggul di pedesaan, etnis Betawi, dan kelompok berpendidikan rendah.

Hasil survei juga menunjukkan, Ridwan Kamil unggul dalam berbagai citra kepribadian, seperti lebih jujur, perhatian pada rakyat, mampu memimpin, pintar, kreatif, tegas, dan enak dipandang. Sedangkan untuk citra ramah dan santun, Ridwan Kamil dinilai seimbang dengan Deddy Mizwar.

"Ridwan Kamil lebih banyak dipilih karena dia dinilai punya kualitas personal yang lebih positif dibanding calon lain (lebih disukai)," kata Deni. (hyg/arh)