Kontrak Politik 'Asyik', Janji Manis 'Hasanah' untuk Ponpes

hyg & CNN Indonesia, CNN Indonesia
Kamis, 05/04/2018 01:36 WIB
Kontrak Politik 'Asyik', Janji Manis 'Hasanah' untuk Ponpes
Para paslon dalam Pilgub Jabar 2018. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan mahasiswa yang menamai dirinya Relawan Mahasiswa Asyik Jawa Barat menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dalam acara di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Rabu (4/4). Selain memberi dukungan, para mahasiswa juga mengajukan kontrak politik dengan pasangan cagub yang diusung Gerindra, PKS, PAN, dan PBB itu.

Kontrak politik tersebut terkait dengan isu kepemimpinan, nasional, kebutuhan mahasiswa dan permasalahan agraria. Sudrajat turut menyepakati kontrak politik dengan menandatangani kesepakatan dengan mahasiswa.

Mengambil tema "Ditungtun ku elmu, dipapag ku raga, pikeun tanah Sunda nu santosa", acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Selain melakukan kontrak politik, digelar pula diskusi publik.

"Dari visi misi (Pak Sudrajat) bertakwa, keberlanjutan dari programnya juga sesuai dengan kita," ungkap Ketua Relawan Mahasiswa Asyik Jawa Barat Moch Muhram Fauzi.


Salah satu poin dalam kontrak politik berisi tentang kebutuhan mahasiswa. Menurut Fauzi, permintaan itu dilakukan agar mahasiswa dapat dibantu dalam segi pembiayaan kuliah.

"Kita melihat (dan) saya mengalami karena ekonomi sehingga untuk bayar kuliah agak sulit dengan naiknya bayaran kuliah. Sehingga kontrak politik itu harus memenuhi kebutuhan mahasiswa," ujarnya.

Dia menjelaskan, relawan ini terdiri dari 20 koordinator yang tersebar di kabupaten/kota. Mulai dari Garut, Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, dan lain-lain. Mereka berjumlah 200 perwakilan.

"(Untuk) universitas tidak bisa menyebutkan. Takutnya kita melanggar etis. Relawan murni atas nama mahasiswa," kata dia.

Kontrak Politik 'Asyik', Janji Manis 'Hasanah' untuk PonpesPaslon Sudrajat-Ahmad Syaikhu meneken kontrak politik dengan mahasiswa. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).

Sementara itu Sudrajat mengaku berbangga dan berterima atas deklarasi Relawan Mahasiswa Asyik Jabar yang mendukung Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) dalam pertarungan Pilgub Jabar 2018.

"Tentu ada harapan-harapan dari mahasiswa yang sebetulnya sudah masuk dalam visi misi kita. Insya Allah saya mengharapkan mahasiswa bukan hanya membantu dan mendorong saya dan Syaikhu untuk menjadi gubernur terpilih tetapi juga saya memohon kepada mereka untuk selalu membantu saya apabila nanti saya menjadi pemimpin di Jabar," ungkap Sudrajat.


Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI ini juga menginginkan mahasiswa memberi masukan bahkan membantu jika ada kebijakan yang akan dilakukannya jika terpilih sebagai gubernur nanti.

"Itu (kontrak politik) adalah suatu yang memang program-program yang akan dikerjakan oleh Jawa Barat, tentu semua itu subjek kepada anggaran pemerintah yang bisa dialokasiakan terutama dukungan kepada mahasiswa. Minta beasiswa S2 tentunya akan selektif bagi masyarakat miskin, sekolah anaknya sampai ke perguruan tinggi bila perlu," jelasnya.

Janji Rp1 Triliun untuk Pesantren

Sementara itu duet cagub dan cawagub Jawa Barat TB Hasanuddin dan Anton Charliyan berjanji akan mengalokasikan dana Rp1 triliun untuk pesantren dan masjid bila keduanya terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar 2018.

"Pondok pesantren itu salah satu wadah pembentuk moral bangsa dan program 1 triliun untuk pesantren akan segera saya realisasikan setelah saya dilantik jadi Gubernur," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/4).


Seperti diketahui, paslon berjargon Hasanah (Hasan Anton Amanah) mempunyai tujuh program unggulan untuk membangun Jawa Barat lima tahun ke depan, yakni Boga Gawe, Jabar Sebeuh, Jabar Cageur, Imah Rempeug, Sakola Gratis, Turkamling, dan Budaya serta Molotot.com.

Kontrak Politik 'Asyik', Janji Manis 'Hasanah' untuk PonpesPaslon TB Hasanuddin-Anton Charliyan menjanjikan program Rp1 triliun untuk pondok pesantren dan masjid. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).

Purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal itu mengaku siap menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat Jawa Barat dan merealisasikan tujuh program unggulan yang ia gulirkan, termasuk program Rp1 triliun untuk pesantren.

Sementara, salah satu sesepuh Kampung Mahmud di Pesantren Mahmud Cigondewah, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung, Kiai Syafii memberikan doa dan dukungannya terhadap paslon nomor urut dua tersebut.

Syafii, sebagai sesepuh pesantren Mahmud Cigondewah mengungkapkan, akan mendukung niat baik Hasanuddin untuk membangun masyarakat dan daerah Jawa Barat yang lebih maju. Menurutnya, Hasan diyakini mampu membawa perubahan yang baik lebih dan mensejahterakan masyarakat Jawa Barat.

"Insya Allah, abah doakan yang terbaik untuk Kang Hasan bersama wakilnya Kang Anton amanah memimpin Jawa Barat," ujarnya.

Terkait program Rp1 triliun untuk pesantren yang digulirkan Hasanah, lanjut Syafii, dirinya siap mendoakan agar program tersebut bisa tercapai dan mampu mengembangkan kegiatan positif di pondok pesantren seluruh Jawa Barat.

"Kalau soal program, abah aminkan semoga terkabul supaya pesantren juga mendapat perhatian dari pemerintah," ucapnya. (osc)