Khofifah Dorong Desa Industri, Gus Ipul Ingin Surplus Kedelai

CNN Indonesia, CNN Indonesia
Kamis, 12/04/2018 11:04 WIB
Khofifah Dorong Desa Industri, Gus Ipul Ingin Surplus Kedelai
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri)-Emil Dardak (kedua kiri) dan Saifullah Yusuf (kedua kanan)-Puti Guntur Soekarno (kanan), dalam debat publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/4). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa, mengaku ingin mendorong pusta industri pindah dari kota ke desa. Sementara, Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mendorong swasembada kedelai.

Khofifah mengungkapkannya saat mengadakan bincang-bincang santai dengan Forum Komunikasi Asosiasi (Forkas) Jawa Timur, Sidoarjo, Rabu (11/4). Dirinya berharap para pengusaha bisa ikut serta membangun Jawa Timur.

Dalam paparannya, Khofifah ingin para pengusaha mau memindahkan sentra industri mereka ke desa. Tujuannya, mengurangi kesenjangan kesejahteraan antara desa dan kota. Apalagi, angka kemiskinan di Jawa Timur adalah yang paling tinggi di Indonesia.

"Saya sampaikan, pengusaha harus buat sentra industri di desa supaya akan ada makna untuk sentra Produk Domestik Regional Bruto [PDRB]. Ketimpangan akan tetap muncul kalau di desa tidak ada perusahaan," kata dia, di depan puluhan pengusaha.

"Saya ada pikiran yang bisa supply PDRB harus jadi sabuk kesejahteraan Jawa Timur. Sekarang ada industri di kota lalu akan dikirim ke desa tertentu," lanjutnya.

Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kanan)-Puti Guntur Soekarno (kedua kiri), Surabaya, Rabu (10/1).Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kanan)-Puti Guntur Soekarno (kedua kiri), Surabaya, Rabu (10/1). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Dalam pertemuan yang digelar di MM Resto, Sidoarjo tersebut, mantan Menteri Sosial itu juga mengatakan pembangunan kawasan utara dan kawasan selatan menjadi prioritasnya dalam membangun Jawa Timur. Karena itu, Khofifah akan mempercepat pembangunan beberapa jalan lingkar selatan Jawa Timur bila terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur 2018-2023.

"Wilayah utara dan wilayah selatan itu menjadi prioritas. Jalan Lingkar Selatan itu menjadi penting," cetus Khofifah.

Terpisah, Gus Ipul mengunjungi sentra produsen tahu takwa khas Kediri, di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, Rabu (11/4) sore.

"Tantangan ke depan bagaimana bisa swasembada kedelai, tetapi dengan kualitas yang bisa unggul untuk bahan baku kerajinan tahu maupun tempe. Sebab produk tahu dan kedelai di Jawa Timur sudah menjadi bagian dari makanan sehari-hari," ujar wakil gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Menurut Gus Ipul, para petani di Jawa Timur sudah berusaha membudidayakan pertanian kedelai yang berkualitas baik. Tetapi dari serangkaian uji coba yang dilakukan, belum mendapatkan hasil yang diinginkan.

"Ini menjadi pekerjaan rumah Jawa Timur. Saat ini pati [tepung] sudah surplus, jagung juga sudah mulai surplus, maka satu-satunya kedelai yang masih menjadi persoalan. Padahal kebutuhan kedelai cukup tinggi, terutama untuk bahan baku tahu dan bahan baku tempe," ujar Gus Ipul.

Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan)-Emil Dardak (kiri), di Surabaya, Selasa (13/2).Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan)-Emil Dardak (kiri), di Surabaya, Selasa (13/2). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Sentra Kerajinan Tahu Takwa di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri, ini sudah bertahan selama bertahun-tahun dengan jumlah pengrajin mencapai puluhan. Mereka mampu menghasilkan produk tahu takwa hingga puluhan ribu potong setiap harinya.

Ini bisa dilihat di Tempat Usaha Kerajinan Tahu Takwa dan Stik 'Populer' Gang IV yang dikunjungi Gus Ipul. Dalam sehari, perajin mampu memproduksi hingga 6.000 iris/potong. Produk mereka dipasarkan di Kediri dan sekitarnya. (dik/sur)