Ridwan Kamil Usul Karnaval Ikan, Demiz Sorot Pergub Nelayan

CNN Indonesia, CNN Indonesia
Senin, 16/04/2018 01:47 WIB
Ridwan Kamil Usul Karnaval Ikan, Demiz Sorot Pergub Nelayan
Empat paslon gubernur-wagub Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (kiri), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (kedua kiri), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (kedua kanan), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (kanan), di Bandung, Selasa (13/2). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil mencetuskan ide soal pariwisata perikanan di Kabupaten Bogor. Sementara, cagub Jabar lainnya, Deddy Mizwar, menawarkan program kesejahteraan nelayan di Jawa Barat.

Saat mengunjungi para petani ikan di Kabupaten Bogor, Ridwan Kamil mengaku akan mengangkat potensi perikanan daerah itu ke dunia internasional dengan membuat gelaran karnaval.

"Kita usulkan supaya dibikin pariwisata perikanan. Bentuknya, seperti edukasi, bikin karnaval ikan. Saya akan bantu fasilitasi untuk menaikan citra Bogor ke dunia internasional yang identik dengan perikanannya," ujar dia, yang juga menjabat Wali Kota Bandung itu, Minggu (15/4).

Tak hanya itu, politikus yang akrab dipanggil Emil ini juga berkomitmen membantu petani untuk mendapatkan akses permodalan usaha.

Ketua Unit Pengembangan Pelayanan Paguyuban Petani Jaya Bersama Umar Hamzah menyebut bahwa petani ikan membutuhkan modal usaha. Ia mencontohkan Kredit Mesra (Masjid Sejahtera) di Bandung.

"Kalau kami petani tidak perlu diberi. Cukup beri kailnya, nanti kami bergerak sendiri," ucap dia.

Paguyuban Petani Jaya Bersama diketahui memiliki 42 kelompok petani ikan yang berasal dari 517 Kepala Keluarga. Mereka mengembangkan pembibitan ikan hias dan ikan konsumsi.

Produksi ikan tersebut setiap bulannya disalurkan ke wilayah Jabodetabek sebanyak 36 ton dan ke wilayah lainnya sebesar 20 ton. Paguyuban memiliki 23 pengembangan pelayanan ikan di wilayahnya.

Terpisah, cagub Jabar nomor urut empat Deddy Mizwar berencana menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang merupakan turunan Peraturan Daerah (Perda) tentang kesejahteraan nelayan bila terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat.

"Mendorong kesejahteraan para nelayan sangat penting,. Pemprov Jabar juga punya Perda bagaimana mensejahterakan nelayan, ini perlu dijabarkan melalui Pergub. Setiap Perda harus diimplementasikan, kalau belum, apa kendalanya, atau mungkin Pergub-nya belum siap. Kita lihat Perda tadi bisa diaplikasikan ke masyarakat," paparnya, saat bertemu dengan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan Ciparagejaya, Karawang.

Deddy, yang juga menjabat Wakil Gubernur Jabar, pun banyak mendapatkan masukan dan aspirasi dari para nelayan terkait pengembangan usaha nelayan, pengembangan kapal, dari para nelayan.

"Tadi ada usulan masalah pendangkalan muara, supaya kapal besar sulit merapat. Begitu juga dengan masalah sarana prasarana tempat pelelangan tidak semua berjalan dengan baik. Termasuk masalah modalnya," ujar dia.

Untuk masalah permodalan, lanjutnya, para nelayan bisa saja mengakses Kredit Cinta Rakyat (KCR) di Bank BJB. KCR disebutnya memberikan bunga yang jauh lebih murah dibandingkan bunga perbankan lainnya.

"Itu bisa murah karena ada dana pemprov di sana dan digulirkan untuk masyarakat. Termasuk juga para nelayan," tuturnya. (hyg/arh)