Debat Pilgub Jabar

Pembukaan Debat Pilgub Jabar Singgung Hoax dan Bom Surabaya

DHF, CNN Indonesia
Senin, 14/05/2018 20:31 WIB
Pembukaan Debat Pilgub Jabar Singgung Hoax dan Bom Surabaya
Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum mendatangi arena debat PIlgub Jabar dengan membawa simbol duka atas rangkaian aksi terorisme yang terjadi. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Depok, CNN Indonesia -- Hoaks dan rangkaian teror di Mako Brimob Depok dan bom di gereja Surabaya sempat disinggung dalam pembukaan Debat kedua Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/5).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat menyatakan hoaks dan rangkaian teror beberapa waktu belakangan merupakan tindakan pengecut.

"Menebar berita-berita bohong dan teror agar masyarakat Jawa Barat dan Indonesia tidak bisa berpikir secara jernih. Pengecut tidak bisa berkompetisi dalam sebuah alam demokrasi," ujar Yayat dalam sambutan pembukaan debat.


Yayat mengatakan upaya teror tersebut tidak akan memengaruhi warga Jawa Barat dan Indonesia. Warga Jabar, sebutnya, tetap berani menghadapi rangkaian teror tersebut.

Ia pun menegaskan tetap digunakannya lokasi debat di Balairung Kampus UI Depok itu pun menjadi bukti masyarakat tidak takut akan aksi teror. Universitas Indonesia yang menjadi lokasi debat hanya berjarak sekitar sepuluh kilometer dari Mako Brimob yang berada di Kelapa Dua, Depok.

Pada pekan lalu, di rutan tersebut terjadi insiden kerusuhan napi terorisme yang berujung bangkitnya sel-sel teroris di sejumlah tempat, termasuk Surabaya.

"Artinya warga Jawa Barat tidak mungkin bisa dipermainkan oleh kelompok kecil yang mengatasnamakan kebenaran," kata Yayat.


Pita Hitam Tanda Duka

Selanjutnya, sebelum menyampaikan program unggulannya, calon gubernur dari paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil pun menyinggung soal teror yang terjadi dalam sepekan terakhir.

"Kita menyampaikan simpati dengan rasa duka cita kita mudah-mudahan doa yang kita ucapkan ini bisa hadir membawa semangat," ujar pria yang akrab disapa Emil tersebut.

Dalam debat ini Emil dan calon wakil gubernur yang menjadi pasangannya, UU Ruzhanul Ulum menyematkan pita hitam di dada mereka. Emil menjelaskan pita hitam sebagai bentuk rasa duka cita dan solidaritas terhadap para korban bom di Surabaya.

Ridwan-Uu juga menyatakan ingin di masa depan tak ada lagi radikalisme dan aksi teror di Indonesia.

"Sambil berdebat tentang masa depan yang harus lebih baik, jauh dari terorisme dan radikalisme," tuturnya.

Bukan hanya Ridwan-Uu, paslon nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu pun tampak melingkarkan pita hitam di lengan kanan mereka. (kid/kid)