Prabowo Galang Dana Pendukung untuk Pemilu

Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia
Jumat, 22/06/2018 12:10 WIB
Prabowo Galang Dana Pendukung untuk Pemilu
Prabowo Subianto Galang Donasi Galang Perjuangan. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui kondisi bangsa Indonesia terus memprihatinkan. Hal itu disebabkan oleh kondisi ekonomi dan politik yang tidak berfungsi dengan baik.

Menurut Prabowo, sistem politik yang tidak berfungsi dengan baik mengakibatkan rakyat tidak dapat memilih pemimpin yang terbaik. Dia menambahkan, pemimpin yang terbaik tidak bisa muncul karena biaya politik yang sangat tinggi.

Mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan banyak calon-calon kepala daerah atau anggota parlemen terbaik tidak memiliki cukup uang. Akibatnya para calon tersebut mencari penyandang dana. Ironisnya, kebanyakan dari penyandang dana itu tidak patriotik dan tidak setia kepada bangsa atau NKRI.


Prabowo mengakui dari fenomena tersebut akhirnya kebanyakan calon yang didukung bukan yang terbaik. Atas dasar itu, ia menegaskan ingin mengubah cara agar politik mahal bisa diatasi dengan baik. Prabowo ingin agar penyandang dana itu kini datang dari rakyat langsung.

"Saya atas nama partai Gerindra datang kepada penyandang dana saya, yaitu saudara-saudara sekalian. Saya tidak mau datang ke penyadang dana yang di ujungnya saya tidak yakin akan kesetiaan mereka kepada bangsa dan negara," tegasnya lewat video yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Jumat (22/6).

Prabowo mengaku sadar banyak pihak yang mengatakan rakyat kini mudah dibeli. Hanya bermodal Rp100 ribu atau sembako, suara mereka di pemilihan calon kepala daerah atau legislatif akan mudah dikendalikan.


Tak hanya itu, banyak pihak yang mengatakan sangat mudah untuk membeli ketua partai atau calon kepala daerah. Namun, jika rakyat menggalang dana sendiri untuk calon wakil dan pemimpin mereka, Prabowo yakin hal itu tidak akan terjadi lagi.

"Nanti mereka yang akan kita kendalikan. Sikap seperti itu sedang merajalela," katanya.


Tak hanya itu, Prabowo juga mengaku sadar jika partainya dan juga dirinya kerap dijadikan bahan olok-olokan terkait kemampuan finansial menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2019 maupun pilkada serentak 2018. Prabowo juga mengaku kerap diledek karena tidak punya media atau stasiun televisi.

"Mereka mengejek saya, Prabowo tidak punya uang. Gerindra tidak punya uang. Tapi saya nanya, kenapa Gerindra terus naik di berbagai survei dan penelitian terhadap dukungan rakyat?" ungkapnya.

"Saya memang tidak punya apa-apa, tapi saya cinta terhadap rakyat, saya tidak rela rakyat miskin," tambahnya.


Demi memuluskan cara menyandang dana dari rakyat, Prabowo mengaku sudah program yang diberi nama galang perjuangan. Prabowo mengaku pihaknya sudah menyiapkan nomor rekening untuk menampung bantuan-bantun dari rakyat pendukungnya.

"Kalau kau ingin perbaikan negara, mau mendukung saya dan Gerindra di pilkada, saya mohon bantuanmu, seberapa besar kemampuanmu, terserah, kalau bisa 5 ribu, 10 ribu, sampai 50 ribu akan sangat berarti," katanya.

Prabowo pun mengkalkulasi jumlah pendukungnya khusus di akun Facebook miliknya yang sudah mencapai 10 juta. Menurut dia, jika setengah dari pengikutnya di Facebook mau mengirim Rp20 ribu saja maka sudah cukup untuk menggalang kekuatan dan kader-kader di daerah.

"Apalagi di antara kalian ada yang punya lebih saya butuh bantuanmu. Dana akan dikelola dengan transparan, kita awasi dengan ketat oleh akuntan publik," ujarnya.


Prabowo mengaku dana-dana bantuan itu akan juga digunakan untuk membiayai aktivitas-aktivitas keliling daerah di seluruh Indonesia. Selain itu, dana itu akan dimanfaatkan untuk membayar saksi-saksi pada hari pencoblosan pemilu.

Menurut Prabowo, untuk di Jawa Barat saja ada lebih dari 80 ribu tempat pemungutan suara yang harus dijaga. Belum lagi wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang jumlahnya kurang lebih sama.

"Para saksi terbatas penghasilannya, kalangan rakyat bawah. Jadi agar tidak dicurangi, kita butuh untuk menjaga pada hari pencoblosan suara-suara kita," pungkasnya.


Prabowo kembali mengingatkan jika perubahan tidak akan datang jika bukan rakyat sendiri yang mau melakukannya. Untuk itu dia meminta memulai perubahan dari membantu calon yang akan menjadi pemimpin di daerah ke depan.

"Kita mulai dengan memiliih siapa yang bela rakyat. Beri kekuatan kepada mereka yang akan bela kamu, politik itu mahal, datang ke desa, kecamatan. Kita bayar bensin, sewa bensin, itu semua butuh biaya," ujarnya.

(DAL/DAL)