Debat Pemungkas Pilgub Jatim Soroti Tata Kelola Pemerintahan

CTR, CNN Indonesia
Sabtu, 23/06/2018 09:29 WIB
Debat Pemungkas Pilgub Jatim Soroti Tata Kelola Pemerintahan
Debat final Pilgub Jawa Timur digelar hari ini, Sabtu (23/6), di Surabaya dengan tema Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat final pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur digelar hari ini, Sabtu (23/6), di Dyandra Convention Centre, Surabaya, dengan tema Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menerangkan debat kali ini bakal banyak berbicara soal Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Timur yang berperan penting dalam keberhasilan suatu pelayanan publik.

"Aparatur negara yang jadi sorotan fokus di Jawa Timur. Secara konsep perkara pelayanan publik sangat terkait dengan kualitas SDM," kata Suko kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/6).
Suko mengatakan tema tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik akan sangat banyak berbicara terkait kualitas pegawai. Dia mengungkap bahasan ini sangat berhubungan dengan sistem perekrutan pegawai aparatur sipil negara di zaman dulu.

"Jumlah pegawai Jawa Timur termasuk guru SMK di jajaran Pemprov mencapai 52 ribu. Yang jadi masalah ada sistem perekrutan mereka di awal yang enggak terlalu fair. Ini yang harus dicarikan solusinya," kata Dosen Unair ini.

Suko mengatakan bahwa calon kepala daerah harus putar otak membenahi kualitas aparatur jika ingin memiliki tata kelola pemerintahan yang baik. Sebab, seiring berjalannya waktu aparatur sipil negara semakin banyak dihadapkan dengan tuntutan publik.

"Contohnya kecepatan layanan saya kira akan jadi permasalahan tuntutan masyarakat yang meningkat dan pastilah mereka harus menawarkan gagasan terobosan yang bisa memenuhi kecepatan layanan," ungkap dia.
Selain SDM, Suko juga memprediksi hubungan kinerja antara pemerintah pusat dan daerah juga bakal banyak disorot, terlebih diketahui calon gubernur Jawa Timur adalah para bekas birokrat dan pejabat yang memiliki posisi strategis.

"Disorot juga menyangkut hubungan dengan pemerintah pusat dan daerah. Mungkin soal posisi Gubernur, Bupati, dan posisi politisnya," katanya.

Ada empat panelis dari akademisi yang direncanakan hadir dalam debat kali ini, yaitu Biyanto dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Dian Fericha dari IAIN Tulungagung, Andy F Wijaya dari Universitas Brawijaya Malang, dan Kris Nugroho dari Universitas Airlangga Surabaya. 
Rencananya debat ini bakal disiarkan langsung oleh TV One. Sementara itu, stasiun televisi seperti INews TV, BBS TV, CNN Indonesia dan JTV bakal menyiarkan dengan sistem relay.

Acara kali ini adalah debat terakhir yang diselenggarakan KPU untuk memberikan wadah kepada masyarakat mendalami kemampuan masing-masing calon.

Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno akan bertarung dengan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak dalam pemilihan gubernur Jawa Timur, 27 Juni mendatang. (has)