Gus Ipul Vs Khofifah: Duel Klasik Poros NU di Pilgub Jatim

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia
Rabu, 27/06/2018 07:15 WIB
Gus Ipul Vs Khofifah: Duel Klasik Poros NU di Pilgub Jatim
Saifullah Yusuf bertemu kembali dengan Khofifah Indar Parawansa dalam Pilgub Jatim kali ini. Keduanya berasal dari organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama. (Foto: ANTARA FOTO/Seno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duel politik lama bakal menghiasi Pilkada Jawa Timur kali ini.

Ada dua jagoan calon gubernur dan wakil gubernur, yakni Khofifah Indar Parawansa- Emil Elestianto Dardak serta Saifullah Yusuf alias Gus Ipul- Puti Guntur Soekarno dalam pertarungan tahun ini.

Diketahui, ada 171 provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia yang menggelar pemilihan gubernur, bupati dan wali kota, termasuk Jawa Timur.

Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) sudah memutuskan 67.644 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah pemilih sebanyak 30.155.719. KPU Jawa Timur juga menyediakan 43 TPS di lembaga pemasyarakatan (Lapas).


"Pencanaan awal kita 68.084 tapi jadi 67.644 TPS yang tersebar di 8.497 kelurahan dan desa serta di 666 kecamatan," ujar Komisioner KPU Jatim, Choirul Anam dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Masyarakat sudah bisa menggunakan hak suaranya mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB. Pertarungan Khofifah dengan Gus Ipul bukan baru kali ini terjadi dalam Pilgub Jatim.

Dua Pertarungan Sebelumnya

Mereka berdua telah berkompetisi dalam dua edisi sebelumnya, yakni pada 2008 dan 2013. Kala itu, Khofifah yang maju sebagai calon gubernur kalah dua kali oleh duet Soekarwo-Gus Ipul. Kali ini, Khofifah menggandeng Emil Dardak.

Pasangan Khofifah-Emil diusung Partai Demokrat, Golkar, NasDem, PPP, PAN, dan Hanura. Mereka mendapat nomor urut 1.

Sementara itu, Gus Ipul dalam dua edisi sebelumnya maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Sukarwo. Untuk kali ini, Gus Ipul maju sebagai calon gubernur menggandeng Puti Guntur.


Pasangan Gus Ipul-Puti ini diusung PDIP, PKB, Gerindra, dan PKS. Mereka mendapat nomor urut 2.

Sebanyak 117 ribu personel gabungan diterjunkan mengamankan pelaksanaan Pilgub Jawa Timur. Personel gabungan itu terdiri dari 30 ribu anggota Polri, 66 ribu Linmas, 5 ribu anggota TNI dan selebihnya dari pemerintah daerah. Pasukan pengamanan ini disebar ke seluruh wilayah Jawa Timur.

Walaupun bertarung, Gus Ipul sendiri merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU), demikian pula Khofifah.

Dua pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur sudah menjalani tiga kali debat sebelum pemilihan gubernur. Mereka saling beradu argumen terkait program kerja.

Gus Ipul Vs Khofifah: Duel Klasik Poros NU di Pilgub (EMBG)Pasangan Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti dalam satu acara debat. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)



Khofifah Indar Parawansa- Emil Elestianto Dardak memiliki visi di antaranya untuk mewujudkan masyarakat Jatim sejahtera, inklusif dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Gus Ipul - Puti Guntur Soekarno memiliki visi perubahan berkelanjutan untuk Jawa Timur, di antaranya memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang prospektif dan meningkatkan kemakmuran.

Isu kemiskinan pun seakan laris dalam debat antar calon.

Sebelumnya, Puti sempat mengungkapkan data BPS 2016 bahwa kemiskinan di Trenggalek naik 0,17 persen. Namun, Emil membantahnya dan menuduh data cucu Soekarno itu salah.

Emili menyatakan Puti seharusnya melihat angka pengangguran secara time series, bukan secara statistik. "Tahun 2017 sampai sekarang angka pengangguran udah 3,4 persen, itu datanya turun. Kita berhasil lakukan diversifikasi," kaa Emil.

Menjawab hal itu, Puti pun berkukuh dengan data yang dimilikinya jika pengangguran di Trenggalek gagal ditangani Emil.

[Gambas:Video CNN]

Pada survei terbaru yang dirilis oleh Poltracking Indonesia pekan lalu, pasangan Khofifah-Emil diperkirakan bakal meraup 51,8 persen dibandingkan pasangan Gus IPul-Puti dengan 43,5 persen. Sementara 4,7 persen respondel menjawab tidak tahu.

"Pada hari H tidak ada lagi yang tidak tahu atau tidak jawab jadi kisarannya ketika melihat angka ini paling jauh jaraknya 10 persen paling dekat bisa seperti Pilpres 2014 lalu. Jadi Khofifah 53 Gus Ipul 47," terang Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda di kawasan Thamrin, Jakarta. (asa)