Menang 9 dari 17 Pilgub, Golkar Puas Meski di Luar Target

Galih Gumelar, CNN Indonesia
Rabu, 27/06/2018 19:18 WIB
Menang 9 dari 17 Pilgub, Golkar Puas Meski di Luar Target
Ketum Golkar Airlangga Hartarto cukup puas hasil quick count dengan kemenangan calon yang diusung partai itu dalam 9 dari 17 Pilgub yang digelar hari ini. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Golkar mengaku puas dengan hasil penghitungan cepat (quick count) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Dari 17 provinsi yang menggelar Pilkada, Golkar menang di sembilan provinsi yang menggelar Pilkada.

Dengan raihan sembilan kemenangan, artinya Golkar berhasil memenangkan 52,9 persen pilgub, atau lebih kecil dari target yang dicanangkan yakni 56 persen.


Kendati demikian, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar Airlangga Hartarto mengatakan angka ini sudah bisa dinilai mencapai target. Apalagi, sampai saat ini partainya belum memantau seluruh hasil Pilkada di tingkat kota dan kabupaten.

"Hasil kabupaten dan kota tentu akan kami lihat secara detail. Namun, sesuai dengan apa yang disampaikan dua hari lalu, apa yang ditargetkan golkar 56 persen dan sembilan provinsi dari 17, alhamdulillah sesuai dengan apa yang diperkirakan," ujar Airlangga di Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

Secara rinci, Airlangga menyebut beberapa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang punya hasil cemerlang seperti Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Namun, Airlangga beserta kadernya masih menggigit jari untuk Pilkada Riau dan Sumatera Selatan karena hasilnya masih belum pasti. Selain itu, jagoan mereka di Jawa Barat pun yakni Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi pun kalah.

"Namun, patut diketahui bahwa sebetulnya Riau dan Sumatera selatan, baik yang diusung golkar maupun pesaingnya itu semuanya merupakan kader partai Golkar," imbuhnya.


Kendati puas, namun Airlangga tak mau terlampau optimistis. Ia mengaku akan tetap menunggu hasil perhitungan resmi (real count) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Apa yang diakukan KPU, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan yang lain cukup profesional. Kami apresiasi hal itu, dan kami menunggu hasil real count untuk melihat prosesnya," katanya. (kid)