Ketum PPP: PDIP Kehilangan Figur Lokal di Beberapa Provinsi

SAH, CNN Indonesia
Kamis, 28/06/2018 19:23 WIB
Ketum PPP: PDIP Kehilangan Figur Lokal di Beberapa Provinsi
PPP tanggapi banyaknya calon PDIP yang kalah di pilkada serentak 2018. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menyebut PDIP kehilangan beberapa figur lokal pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018.

Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei partai berlambang banteng itu mendapatkan perolehan suara sebesar 23,5 persen atau menempati posisi dua terbawah. Dari 17 provinsi PDIP hanya menang di empat provinsi.

"Kalau saya melihat PDIP kehilangan figur lokal di beberapa provinsi," kata Romy di kantor DPP PPP, Jakarta, Kamis (28/6).


Menurut Romy, hasil pilkada secara tidak langsung akan berdampak secara linier pada pemilihan legislatif (pileg) tahun depan. 

Romy juga mengatakan PDIP bakal tetap diperhitungkan untuk Pileg April 2019 mendatang. Menurut dia dari hasil sejumlah survei, PDIP masih menjadi parpol dengan perolehan suara tertinggi.


Menurut dia meskipun torehan hasil PDIP tidak begitu baik, partai politik lain yang mengusung calon presiden dan calon wakil presiden bakal tetap mempertimbangkan kekuatan partai berlambang banteng itu.

"Kalau Pileg April nanti menunjukan bahwa dari semua survei sampai hari ini PDIP masih merupakan partai yang dijagokan menang Pileg, maka mau tidak mau siapapun seorang capres dan cawapres maupun parpol lain akan tetap memperhitungkan keberadaan PDIP," terangnya.


Sebelumnya, berdasarkan hasil penghitungan cepat untuk kategori Pilgub, PAN dan NasDem keluar sebagai juara dengan persentase kemenangan sebesar 58,8 persen. Selain itu, Hanura dan Golkar juga sama-sama memperoleh kemenangan sebesar 52,9 persen.

Partai koalisi yang lain, yakni PPP sebesar 41,2 persen dan PKB sebesar 35,3 persen. Sementara PDIP selaku partai pengusung Jokowi berada di posisi buncit dengan 23, persen.

Di sisi lain, hasil negative dialami oleh Gerindra selaku parpol oposisi pemerintah. Partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu hanya mengantongi kemenangan sebesar 17,6 persen. Sementara PKS lebih baik dengan 41,2 persen.

(DAL)