Tumbang di Jatim, PKB Klaim Nilai Tawar Cak Imin Masih Kuat

Abi Sarwanto, CNN Indonesia
Jumat, 29/06/2018 09:10 WIB
Tumbang di Jatim, PKB Klaim Nilai Tawar Cak Imin Masih Kuat
PKB mengklaim nilai tawar Muhaimin tetap kuat untuk pilpres 2019. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menyebut nilai tawar Ketua Umum Muhaimin Iskandar alias Cak Imin masih kuat sebagai bakal calon wakil presiden meski hitung cepat pilgub Jawa Timur calon yang diusung tak unggul.

Di Pilgub Jawa Timur, PKB bersama PDIP mengusung pasangan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Sukarno. Pasangan calon nomor urut dua itu kalah dalam hitung cepat versi beberapa lembaga survei dan Komisi Pemilihan Umum.

"Masih kuat. Jatim kalah dalam konteks bahwa dukungan kepada Gus Ipul aja. Tetapi bahwa apapun di Jawa Timur, kiai dan komunitas NU tetap bersatu. Kan enggak ada masalah," kata Jazilul di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (28/6).


Dia mengatakan beberapa daerah kabupaten/kota di Jawa Timur, seperti di Pamekasan, Lumajang, Bojonegoro, kota Probolinggo, PKB menuai kemenangan.

PKB juga mengklaim masih memiliki modal 11 juta suara pada pileg 2014. Dengan demikian, kata Jazilul, partainya masih yakin mencalonkan Cak Imin sebagai pendamping Presiden Joko Widodo.

"Kalau itu kan, Pak Jokowi-Cak Imin. Masih tetap kita," katanya.

Secara keseluruhan, Jazilul mengatakan partainya masih melakukan evaluasi pelaksanaan pilkada serentak kemarin. Namun, dia mengklaim PKB banyak memperoleh kemenangan baik di level kabupaten/kota maupun provinsi.


"Biasa ada yang kalah dan menang. Akan tetapi hitungannya menang lah, ya. Di Jawa Barat, di Kalimantan Barat, termasuk juga di Sumatera Utara yang di ujung kita juga menang di Maluku Utara," ujarnya.

Sementara itu, untuk koalisi pilpres mendatang, Jazilul menilai koalisi pada pilkada tidak dapat jadi rujukan untuk dibawa ke tingkat nasional. Sebab, sifat koalisi di daerah dinilai tidak permanen.

"Pengalaman selama ini belum. Maka sebenarnya PKB itu dari dulu ingin koalisi itu permanen di pusat. Jadi tidak koalisi gonta-ganti di tengah jalan. Jadi kalau misalkan 2019 ini sebisa mungkin kalau membangun koalisi itu yang permanen," ujarnya.

Berdasarkan hitung cepat pilgub Jatim versi Komisi Pemilihan Umum yang diakses di laman info pemilu, calon gubernur Khofifah Indar Parawansa unggul dengan perolehan suara 53,73 persen. Sementara Gus Ipul mengantongi 46,27 persen.

Data itu diakses pada Jumat (29/6) pukul 09.01 WIB dengan suara masuk 94,11 persen, berdasarkan 63.658 dari 67.644 TPS.
(pmg/pmg)