Hitung KPU 97 Persen, Ganjar Diambang Menang Pilgub Jateng

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia
Jumat, 29/06/2018 10:51 WIB
Hitung KPU 97 Persen, Ganjar Diambang Menang Pilgub Jateng
Ganjar Pranowo (kiri) bersama istrinya memperlihatkan surat suara Pilgub Jateng di (TPS) 2, Kelurahan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/6). (ANTARA FOTO/R. Rekotomo). (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin mengungguli perolehan suara lawannya, yakni Sudirman Said-Ida Fauziah dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah berdasarkan hitung riil Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dari 97,83 persen suara yang masuk pada Jumat (29/6), pukul 10.30 WIB, Ganjar-Taj Yasin memperoleh 58,83 persen, sementara Sudirman-Ida meraih 41,17 persen suara.

Hitung riil KPU yang tercantum dalam laman infopemilu.kpu.go.id menyatakan bahwa Ganjar-Taj unggul di hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pasangan tersebut unggul meyakinkan di Kabupaten Kudus dengan perolehan suara mencapai 73,6 persen. Begitu pula di Kota Surakarta (72 persen), Kabupaten Boyolali (71,3 persen), Kabupaten Jepara (71,5 persen).

Sudirman-Ida hanya unggul di Kabupaten Brebes (60,5 persen), Kabupaten Kebumen (55,6 persen), dan Kabupaten Tegal dan (55,4 persen). Di Kabupaten Purbalingga, sementara ini, kedua paslon memperoleh jumlah suara yang sama.

KPU telah merekap scan C1 di 62.583 TPS dari total 63.973 TPS di seluruh Jawa Tengah. KPU masih terus memperbarui hasil hitung riil.

Ganjar-Taj adalah pasangan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai Demokrat, NasDem dan PPP. Sementara Sudirman-Ida diusung oleh Gerindra, PKB, PKS, dan PAN.

Keunggulan sementara Ganjar-Taj sebetulnya telah nampak pada hasil hitung cepat atau quick count sejumlah lembaga survei.

Ganjar pun telah angkat suara menyikapi perolehan suara yang didapatnya. Dalam kesempatan itu, Ganjar menilai tak etis jika berpuas diri atas hasil penghitungan cepat (quick count), dan melakukan komunikasi dengan Sudirman sebelum ada hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Akan bertemu, iya, kalau komunikasi sekarang tidak elok. Kebiasaan-kebiasaan politik ini tunggu dari keputusan KPU. Ini enggak mau gegar-gegar perasaan dan menyinggung perasaan," kata Ganjar Pranowo seperti yang dikutip dari CNN Indonesia TV, Rabu (26/5).

(wis/wis)