Ridwan Kamil Janji Bantu Guru Dipecat karena Pilih 'Rindu'

Suriyanto, CNN Indonesia
Jumat, 29/06/2018 18:16 WIB
Ridwan Kamil Janji Bantu Guru Dipecat karena Pilih 'Rindu'
Ridwan Kamil berjanji membantu guru yang dipecat karena memilih dirinya. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berjanji membantu mencarikan kerja Rabiatul Adawiyah, guru SDIT Daarul Maza, Bekasi yang disebut dipecat karena memilih dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat.

Ridwan bersama calon wagub, Uu Ruzhanul Ulum saat ini unggul hitung cepat sejumlah lembaga survei di Pigub Jabar.

Dalam akun Facebooknya yang terverifikasi, Ridwan menghaturkan terima kasihnya pada Rabiatul. Ia juga meminta warga Jati Asih itu untuk sabar.

"Ibu Rabiatul Adawiyah, warga Jati Asih Bekasi, saya menghaturkan terima kasih karena hati dan jari ibu sudah memilih saya kemarin. Tanpa diduga Konsekuensinya ternyata ibu diberhentikan oleh sekolah tempat ibu mengajar hanya dengan via WA, karena beda coblosan dengan arahan sekolah," kata Ridwan.

"Sabaaar ya bu," imbuh Ridwan.

Menurut Wali Kota Bandung itu, dalam setiap cobaan hidup, selalu hadir pertolongan Allah. Apalagai Rabiatul disebut Ridwan sebagai orang baik karena sudah memaafkan mereka yang sudah memberhentikanya dari pekerjaan.
Ahlak Rabiatul itu, menurutnya yang akan selalu dijadikan contoh dan teladan.

"Insya Allah nanti saya sepenuh hati bantu untuk mencarikan ibu pekerjaan di tempat yang ibu nyaman lahir batin. Hatur nuhun pisan untuk pengorbanannya," kata Ridwan.
Ridwan Kamil Janji Bantu Guru Dipecat Karena Pilih 'Rindu'Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum saat ini unggul dalam perolehan suara Pilkada Jabar berdasarkan hitung cepat.  (CNN Indonesia/Tiara Sutari)

Ridwan mengklaim tak akan melupakan kejadian yang menimpa Rabiatul dan akan jadi penyemangatnya untuk menjaga amanah dan kepercayaan warga Jabar.

Kejadian dipecatnya Rabiatul viral di media sosial. Screeshot percakapan grup Whatsapp terkait pemberhentian Rabiatul itu tersebar di media sosial.

Dilansir dari Detikcom, seorang guru SDIT Darul Maza, Tri mengatakan masalah tersebut sudah selesai.
"Sudah tidak ada masalah apapun, sudah clear, sudah diselesaikan dengan musyawarah. Itu hanya kesalahpahaman. Tidak ada yang dipecat atau di-PHK," kata Tri.

Tri mengatakan hal ini adalah kesalahpahaman komunikasi via grup Whatsapp yang kemudian tersebar. Dia menduga ada faktor emosi berbicara sehingga ada kesalahpahaman.
Tri juga menegaskan tidak ada arahan dari pihak sekolah untuk memilih salah satu calon.

"Di sini memang tidak ada paksaan harus memilih (satu calon). Tidak ada," ujar Tri. (sur)