Golkar: Tersangka KPK Unggul di Pilgub Malut Fenomena Menarik

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia
Minggu, 01/07/2018 01:05 WIB
Golkar: Tersangka KPK Unggul di Pilgub Malut Fenomena Menarik
Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Golkar TB Ace Hasan. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily menyebut raihan suara yang unggul untuk pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar merupakan fenomena menarik. Hal tersebut lantaran Ahmad merupakan tersangka yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Fenomena menarik di Maluku Utara sampai semalam kami sudah mendapatkan data bahwa calon yang kami usung yaitu saudara Ahmad Hidayat Mus yang sudah ditetapkan tersangka oleh KPK, Alhamdulillah memenangkan pilkada di Maluku Utara," ujarnya saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Ahmad merupakan kader Golkar dan merupakan petahana pada pilgub Maluku Utara. Perolehan suara yang dimilikinya berdasarkan hasil hitung cepat sementara ini sebanyak 174.889 suara.


Sebelumnya, Ahmad ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula tahun anggaran 2009. Dia dijerat bersama adiknya, Zainal Mus selaku Ketua DPRD Kepulauan Sula 2009-2014.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Bandara Bobong ini, Ahmad Hidayat Mus diduga menerima Rp850 juta dan Zainal sebesar Rp1,5 miliar, dari total kerugian negara yang dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp3,4 miliar.

KPK menyatakan pihaknya tak bermaksud menggagalkan pilgub dengan mengumumkan status tersangka cagub Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus. Penetapan itu diumumkan pada 16 Maret 2018.


Ace mengaku partainya cukup puas dengan kemenangan usungan paslon dari Golkar di sembilan provinsi. Sembilan provinsi itu menyangkut di antaranya Lampung, Sumut, Jawa Tengah, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara.

Meski demikian, Ace tetap berharap perhitungan suara hingga selesai dapat dilakukan secara transparan.

"Catatan penting harus lebih transparan kami di Partai Golkar mantengin website," tuturnya. (pmg/pmg)