Pengamat: Pilkada Bikin Jokowi di Atas Angin untuk 2019

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia
Sabtu, 30/06/2018 14:09 WIB
Pengamat: Pilkada Bikin Jokowi di Atas Angin untuk 2019
Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio menilai momen Pilkada Serentak 2018 membuat Presiden Joko Widodo berada di atas angin untuk Pilpres tahun depan. (Foto: CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai momen Pilkada Serentak 2018 membuat Presiden Joko Widodo berada di atas angin karena dukungan sejumlah paslon terpilih usai penghitungan cepat dilakukan.

Mereka yang langsung memberikan dukungan kepada Jokowi usai quick count dilakukan di antaranya adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Keduanya diusung Nasdem, PPP, Hanura dan PKB .

Selain itu dukungan kepada Jokowi juga diberikan oleh paslon terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.


"Di Pilkada 2018 ini memang Jokowi di atas angin untuk 2019. Kalau sekarang kita lihat itu di atas angin semua, bayangin saja begitu selesai quick count itu, tuh berapa gubernur langsung: 'saya dukung Jokowi'," ujarnya di acara diskusi di Warung Daun, Cikini,Jakarta Pusat, Sabtu (30/6).

Di sisi lain, posisi Jokowi yang kini di atas angin dinilai akan membuat sejumlah tokoh ingin menjadi calon wakil presiden untuknya. Namun tidak dengan Prabowo Subianto.

"Tapi yang jelas dengan Jokowi di atas angin ini memang akhirnya banyak tokoh yang kembali rebutan ingin jadi wakilnya Pak Jokowi, kecuali Pak Prabowo," kata Hendri.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut partainya akan membahas calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pekan depan.


Fadli berkata fokus Gerindra, PKS dan PAN untuk Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Sekarang saat yang tepat untuk mempersiapkan Pilpres 2019.

"Berbicara wakil [pendamping Prabowo] nanti kita akan mendudukkan bersama calon mitra koalisi kita PKS dan PAN. Minggu depan saya kira akan memulai pembicaraan," ujar Fadli saat ditemui di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat.


(asa)