KPU Sebut Situs Diserang Pihak yang Tak Senang Hasil Pilkada

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia
Senin, 02/07/2018 18:08 WIB
KPU Sebut Situs Diserang Pihak yang Tak Senang Hasil Pilkada
KPU menyatakan tetap berupaya buat memulihkan situs infopemilu.kpu.go.id supaya tetap bisa diakses oleh masyarakat buat memantau hasil Pilkada serentak 2018. (infopemilu.kpu.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis menyatakan laman infopemilu.kpu.go.id diserang oleh pihak-pihak yang tidak menerima dengan tahapan Pilkada 2018. Dia mengutarakan hal tersebut berkenaan dengan laman infopemilu.kpu.go.id yang sulit diakses bahkan ditutup sejak Sabtu (30/6).

KPU kini masih melakukan hitung riil berdasarkan formulir C1 di 171 daerah hasil pemungutan suara serentak Pilkada 2018 pada 27 Juni lalu. KPU pun tengah melakukan rekapitulasi manual berjenjang di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

"Tapi prinsipnya kita diganggu oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan hasil pilkada yang sudah berjalan," tutur Viryan saat dihubungi wartawan, Senin (2/7).


Viryan tidak mengatakan laman infopemilu.kpu.go.id berhasil diretas oleh pihak lain atau tidak. Dia hanya menyampaikan bahwa Tim IT KPU sudah menanggulangi segala jenis kendala yang menghambat KPU dalam mempublikasi hasil hitung riil di laman infopemilu.kpu.go.id

"Kita upayakan hari ini sudah bisa melayani kebutuhan masyarakat terkait dengan hasil pilkada," ujar Viryan.

KPU kini masih melakukan hitung riil berdasarkan formulir C1 di 171 daerah hasil pemungutan suara serentak Pilkada 2018 pada 27 Juni lalu. KPU pun tengah melakukan rekapitulasi manual berjenjang di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan situs infopemilu.kpu.go.id sudah diserang sejak hari pemungutan suara Pilkada 2018, yakni pada 27 Juni lalu.


"Sebenarnya pada tanggal 27 gangguan dari luar sudah datang," kata Arief.

Arief pun mengatakan memang banyak yang mengakses situs tersebut. Mulai dari akses untuk menggunggah data, hingga masyarakat yang ikut mengakses untuk melihat perolehan suara paslon berdasarkan hitung riil.

Tim TI KPU, lanjut Arief, menyarankan agar menutup sementara situs infopemilu.kpu.go.id. Namun, proses pengunggahan data terus berjalan.

Kendati telah menutup situs sementara, Arief menyebut serangan terhadap situs KPU terus terjadi.

"Nah oleh pihak terkait kami diinstruksikan untuk membersihkan terlebih dahulu kemudian dibentengi, baru kemudian kalau sudah tepat proses scanning di daerah akan dikirimkan dan dipublikasi ke publik," tutur Arief.


Arief meminta publik tidak perlu mengkhawatirkan proses penghitungan suara yang dilakukan dengan sistem tersebut. (ayp)