PKS Terima Kasih Tagar Ganti Presiden Diakui Pengaruhi Jabar

SAH, CNN Indonesia
Selasa, 03/07/2018 06:15 WIB
PKS Terima Kasih Tagar Ganti Presiden Diakui Pengaruhi Jabar
Presiden PKS Sohibul Iman berterima kasih kepada Dedi Mulyadi karena mengakui tagar ganti presiden memengaruhi perolehan suaranya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman berterima kasih kepada Calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang mengakui tagar #2019GantiPresiden memengaruhi perolehan suaranya di Pemilihan Kepala Daerah.

Hal itu menyusul pernyataan Dedi Mulyadi yang menyebut #2019GantiPresiden berkontribusi menggembosi perolehan suaranya bersama Cagub Deddy Mizwar.

Kaus dengan tagar #2019GantiPresiden sempat jadi sorotan masyarakat Jabar setelah pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jabar nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu membentangkannya pada debat kedua di Universitas Indonesia, Mei.

"Terima kasih ya kalau ada pengakuan dari sana kemarin-kemarin kan tidak diakui ya," ujar Sohibul di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Jakarta, Senin (27/6).
Menurut Sohibul, pernyataan Dedi tersebut muncul karena Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat Partai Golkar itu telah menghayati sepenuhnya proses Pilkada di tanah pasundan.

Sebelum masa pemungutan suara sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa Pasangan Calon Kepala Daerah Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu diprediksi tidak bakal banyak mendulang suara di Pilkada Jawa Barat.

Hanya saja, keadaan berbalik. Seusai penghitungan suara, pasangan calon Deddy-Dedi justru kalah dan pasangan Sudrajat-Ahmad justru unggul berdasarkan hasil hitung cepat.

Data terakhir LSI Denny JA menunjukan pasangan Ridwan-Uu memperoleh suara sebanyak 32,98 persen; Mayjen Sudrajat-Ahmad Syaikhu 27,98 persen; Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi 26,07 persen; sementara Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan memperoleh suara 12,98 persen.
"Saya kira pernyataan pak Dedi lahir dari penghayatan beliau terhadap proses Pilkada Jabar. Beliau katakan kepada pendukung Jokowi (Presiden Joko Widodo) jangan main-main dengan tagar ini. Ini serius saya kira itu pernyataan yang lahir dari kenyataan lapangan dan menurut saya sahih itu," tutur Sohibul.

Melihat kesuksesan propaganda #2019GantiPresiden di Pilkada Jawa Barat, Sohibul mengatakan pihaknya bakal terus menggunakan jargon itu hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"iya kan pada dasarnya tagar itu kan temanya ganti presiden dan tentu akan sampai dengan 2019, bukan untuk Pilkada saja," ujarnya.

(aal)