KPU Jabar Ditempel Iriawan, Gerindra Soroti Netralitas Pilgub

Tiara Sutari, CNN Indonesia
Jumat, 06/07/2018 03:11 WIB
KPU Jabar Ditempel Iriawan, Gerindra Soroti Netralitas Pilgub
Ilustrasi pemilihan gubernur Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi meminta agar KPUD tetap bersikap netral dan bekerja sesuai ranah dan aturannya selama belum ada pemenang definitif di pemilihan gubernur Jawa Barat. Dia mengaku curiga telah terjadi kecurangan di tubuh KPUD Provinsi Jawa Barat. 

"Saya mendengar kalau Ketua KPUD ini ditempel terus oleh Pejabat Gubernur. Ini, kan, mengganggu netralitas," kata Mulyadi kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Kamis (5/7).

Gangguan netralitas yang dituding Mulyadi ini karena Penjabat Gubernur yakni Komjen Iriawan dinilai sebagai sosok pilihan dari pemerintah yang berkuasa. Iriawan yang disebut Mulyadi selalu 'menempeli' KPUD Jawa Barat ditakutkan bisa membuat hasil penghitungan suara berubah.

"Lembaga itu harusnya netral. Kami takut saja terjadi tidak netralitas," katanya.

Lebih lanjut, Mulyadi mengaku pihaknya saat ini telah mengumpulkan berbagai bukti terkait Pilgub Jabar, misalnya bukti rekap C1 dari semua TPS di Jawa Barat.

Bukti-bukti itu dikumpulkan untuk berjaga-jaga seandainya hasil hitung rill KPUD tak sesuai dan terbukti ada dugaan kecurangan.

"Tentu, kami akan lakukan gugatan. Bukti-bukti pun kami terus kumpulkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar dia.

CNNIndonesia.com pun menghubungi pihak KPUD Jawa Barat terkait tudingan Mulyadi. 

Komisioner KPUD Aang Ferdi menepis ada ketimpangan netralitas dari KPUD selaku penyelenggara Pilgub Jabar.  

Adapun pertemuan antara Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat dengan Pj Gubernur Iriawan yang disebut Mulyadi 'ditempeli', menurut aang, sebatas pekerjaan.

"Itu ada pertemuan, memang, Selasa siang. Itu juga hanya pertemuan pekerjaan setahu saya, yang berhubungan dengan Pilkada, laporan-laporan saja," katanya.

KPUD sampai saat ini masih melakukan penghitungan manual hasil Pilgub Jabar. Seluruh hasil rekapitulasi suara itu baru akan dibahas dan diumumkan kepada masyarakat dalam rapat pleno terbuka pada 9 Juli mendatang.
(wis/wis)