Warga di Dua TPS NTT Tolak Pemungutan Suara Ulang

Yugo Hindarto, CNN Indonesia
Jumat, 06/07/2018 12:04 WIB
Warga di Dua TPS NTT Tolak Pemungutan Suara Ulang
Proses penghitungan surat suara oleh petugas TPS Kampung Pilkada. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga di dua tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur menolak pemungutan suara ulang untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT serta Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sumba Barat Daya 2018.

"Benar ada dua TPS di Sumba Barat Daya yang warganya menolak untuk melakukan pencoblosan ulang," kata Ketua KPU NTT Maryanti L Adoe, di Kupang, seperti dikutip Antara, Jumat (6/7).

Maryanti mengatakan dua TPS yang warganya menolak melakukan pencoblosan ulang berada di desa Kalembu Weri, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

"Mereka bersedia mencoblos ulang dengan persyaratan jika dilakukan pencoblosan ulang di semua TPS yang ada di Wewewa Barat tersebut," kata Maryanti.


KPU NTT, lanjut Maryanti, tak bisa mengabulkan permintaan sejumlah warga di TPS tersebut karena panitia pengawas pemilu hanya merekomendasikan pemungutan suara ulang di dua TPS itu.

Maryanti mengatakan telah berkoordinasi dengan KPU RI terkait tuntutan warga di dua TPS di Kalembu Weri.

Dua TPS di kecamatan itu harus melakukan pencoblosan ulang karena saat pencoblosan 27 Juni lalu, karena panitia melakukan pencoblosan seluruh surat suara.

Setelah mencoblos semua surat suara itu, seluruh surat suara kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara kembali.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT Jemris Fontuna mengatakan sebelumnya sebanyak 27 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di NTT akan menggelar pemungutan suara ulang karena diduga terjadi pelanggaran administrasi di puluhan TPS tersebut.

Pemungutan suara ulang digelar atas rekomendasi dari Panitia Pengawas pada pelaksanaan Pemilihan Gubernur NTT yang berlangsung 27 Juni 2018.

(Antara/kid)