Selama Pilkada 2018, 19 Anggota Pengawas Pemilu Meninggal

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia
Kamis, 12/07/2018 20:50 WIB
Selama Pilkada 2018, 19 Anggota Pengawas Pemilu Meninggal
Ketua Bawaslu Abhan menyebut 19 anggotanya meninggal dunia selama sejak awal tahapan Pilkada 2018 sampai pencoblosan. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menyebut 19 anggotanya meninggal dunia selama menjalankan tugas mengawasi pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di seluruh wilayah Indonesia.

"Kategori meninggal dunia, selama menjalankan tugas di tahapan awal sampai rekapitulasi ada 19 personel," kata Abhan saat konferensi pers di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (12/7).

Abhan menjelaskan sejumlah anggota yang meninggal dunia akibat kelelahan dan sakit. Semua itu dialami selama pelaksanaan Pilkada 2018 dilakukan.

Selain itu, ada pula anggotanya yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan. Abhan menegaskan tidak ada anggotanya yang meninggal dunia akibat intimidasi.


Sementara anggota Bawaslu juga ada yang mengalami kecelakaan namun tidak sampai meninggal dunia. Jumlah anggota Bawaslu yang mengalami kecelakaan itu sebanyak 9 orang. Semuanya mengalami kecelakaan selama rangkaian Pilkada 2018 dilaksanakan.

"Sebagian sudah pulang ke rumah sebagian masih terbaring di rumah sakit," kata Abhan.

Sementara itu, ada 19 anggota Bawaslu yang diintimidasi dan mengalami tindakan kekerasan. Mereka diintimidasi dari tim sukses salah satu pasangan calon kepala daerah maupun pihak lain yang belum diketahui identitasnya.

"Diintimidasi misalnya, rumahnya ada yang dibakar, di daerah Papua," kata Abhan.

KPU melaksanakan rangkaian Pilkada 2018 sejak September 2017 dari mulai dari masa pendaftaran hingga pemungutan suara pada 27 Juni 2018 secara serentak di 171 daerah yang dilanjutkan rekapitulasi penghitungan suara.

(osc/osc)