"Rini Soemarno profesional, banyak menjadi CEO di perusahaan internasional, tim transisi, pernah menjadi Menperindag, dan saya menilai beliau adalah pekerja yang super cepat. Lincah sekali," tutur Jokowi saat mengumumkan nama menteri di Istana Negara, Jakarta, Ahad petang (26/10).
Di era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, Rini Mariani Soemarno—kala itu lebih dikenal dengan nama Rini M. S. Soewandi—menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum naik kelas jadi menteri, lulusan Wellesley College, Massachusetts, Amerika Serikat ini, pernah menjabat Wakil Kepala Penyehatan Perbankan Nasional (KPPN) pada tahun 1998.
Tapi ada kontroversi yang mengikuti sosok ini. Nama Rini rupanya disebut-sebut dalam kasus pemberian surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), ketika Rini menjadi Menteri Perindustrian.
Kasus ini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Juni 2013 Rini diperiksa oleh KPK terkait kasus itu. KPK menengarai beberapa obligor atau debitur tetap mendapatkan SKL meski tak memenuhi kewajiban.
Jokowi sendiri, saat dimintai komentarnya oleh wartawan tak banyak bicara: “Dikit-dikit diduga, diduga apa? Saya sudah lihat rekam jejaknya sejak saya kenal.”