Tapi Jokowi tetap menyinggung kiprah Anies Baswedan yang mempelopori program Indonesia Mengajar tahun 2010 yang terus berlanjut hingga saat ini.
Anies sendiri mengatakan pendidikan semakin krusial karena Indonesia memasuki era depan, bukan hanya bersaing dengan sesama kita tapi dengan masyarakat global. Dia berprinsip, pendidikan untuk anak-anak harus diberikan sesuai zamannya. "Meski kurikulum pendidikan penting, namun fokus utamanya adalah interaksi antarmanusia," katanya di Istana Merdeka, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestasi Anies di bidang pendidikan terlihat ketika dipercaya menjadi Ketua Senat Universitas Gajah Mada, meraih beasiswa di Sophia University Jepang, mengantongi gelar master bidang International Security and Economic Policy dari University of Maryland, College Park, serta kembali mendapat beasiswa Doktor Berprestasi di Northern Illinois University.
Anies adalah rektor termuda saat berusia 38 tahun dengan menjadi orang nomor satu di Universitas Paramadina, Jakarta. Salah satu program andalan selama dia duduk sebagai Rektor adalah mata kuliah wajib antikorupsi. Bagi Anies, pelajaran antikorupsi harus ditekankan dalam dunia pendidikan Indonesia.
Program Indonesia Mengajar yang digagas Anies mendapatkan banyak pujian karena ditujukan untuk mengisi kekurangan guru berkualitas di daerah terpencil di Indonesia. Kontribusi tersebut membawa Anies menjadi orang dekat Jokowi-JK dengan ditunjuk sebagai juru bicara Jokowi-JK. Gagasan Anies untuk dunia pendidikan Indonesia dinanti masyarakat lewat kebijakannya sebagai menteri.