“Bapak Presiden berkomitmen bahwa yang dekat dengan beliau akan menjadi contoh bagi yang lain,” kata Pratikno, tanpa menyebut spesifik siapa yang dimaksud dekat dengan Jokowi itu.
Ketika ditanya apakah orang dekat Jokowi akan menjadi Kepala Staf Kepresidenan, Pratikno buru-buru mengelak. “Tidak. Maksud saya kantor ini (Istana) juga akan menjadi contoh bagi kantor-kantor lain,” ujar Rektor UGM itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan sebelumnya, Jokowi berencana membentuk lembaga baru, yakni Staf Kepresidenan. Lembaga ini akan terbentuk pada Februari 2015. Saat ini Jokowi masih harus menyiapkan banyak aturan pembentukannya. Ia akan meminta masukan dari Menteri Sekretaris Negara, Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Luhut tak mau berkomentar banyak soal kabar tersebut. “Saya tidak tahu (siapa yang akan jadi Kepala Staf Kepresidenan). Kita lihat saja nanti,” kata dia kepada CNN Indonesia. (Baca: Luhut Sebut Belum Ada Kepala Staf Kepresidenan)
Sementara Andi mengatakan, dia tidak memegang jabatan apapun. “Saya tidak jadi apa-apa, tidak ikut apa-apa. Saya mau liburan,” ujarnya. (Baca: Ke Mana Andi Widjajanto?)
Sejak dilantik menjadi presiden, Jokowi melakukan beberapa perubahan di lingkungan Istana. Selain soal rencana pembentukan Staf Kepresidenan, dia juga menggabungkan Sekretaris Kabinet dengan Menteri Sekretaris Negara. Oleh sebab itu ketika mengumumkan kabinetnya, Minggu (26/10), Jokowi tidak menyertakan posisi Sekretaris Kabinet.
Baca juga:
Misteri Hilangnya Sejumlah Nama di Kabinet
Para Kader PDIP yang Terpental dari Kabinet
Pratikno: dari Kursi Rektor ke Istana
Daftar Nama Menteri Kabinet Kerja Jokowi