Ketua DPP Partai Golkar Bambang Riyadi Soegomo mengatakan, tidak adanya kandidat yang dianggap memiliki komitmen untuk memjaga Golkar tetap di KMP membuat Ical khawatir. Ical, kata Bambang, emoh KMP menjadi komoditas politik, jika kekuasaan Golkar tidak berada ditangannya.
"Saya lihat, bang Ical tidak akan maju jika bisa melihat ada kandidat yang maju dan komit dengan KMP. Masalahnya Ical tidak melihat hal itu," kata Bambang kepada CNN Indonesia, Selasa (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada itu, rencana tetap di 2015. Pembahasan krusial itu soal bagaimana KMP mampu menyerap aspirasi di daerah termasuk DPD." Munas Partai Golkar sendiri telah diputuskan dan akan digelar pada 13 Januari 2015.
Soal percepatan Munas, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan agenda itu akan sangat membingungkan dan tidak memilki dasar hukum yang jelas karena hasil Munas 2009 merekomendasikan Munas digelar 2015 mendatang. "Legitimasinya harus dipertahankan. Ketua umum perlu konsisten, bukan kuantitas, tapi cara berpikirnya," tegas Agung.
Menurut Agung percepatan gelaran Munas malah membuat situasi internal partai terganggu. Sebab tidak ada dasar penetapan percepatan Munas, tak hanya itu jika kemudian dipercepat untuk digelar 30 November 2014, dirinya ragu penyelenggara bisa mempersiapkannya secara maksimal.