Tedjo menolak perintahnya itu bernuansa politis. Menurut dia, instruksi tersebut berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain kerusuhan yang terjadi di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, berturut-turut selama dua hari terakhir, Senin dan hari ini, Selasa (25/11). (Baca AMPG Saling Serang di Kantor Golkar: Mana Parang?!)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, amat riskan bagi partai politik, terutama yang dilanda konflik, untuk menggelar acara sebesar Munas di Pulau Dewata. (Baca: Golkar Diserbu, Ical Sembunyi)
Pemerintah tak mau ambil risiko dengan mengizinkan Munas Golkar di Bali. “Padahal banyak investor ingin menanamkan modalnya di Indonesia,” ujar Tedjo.
Untuk diketahui, Golkar telah dua kali mengganti lokasi pelaksanaan Munas karena alasan teknis. Munas yang awalnya direncanakan bertempat di Bandung, batal dan sempat dipindah ke Surabaya, sebelum akhirnya diputuskan digelar di Bali. (Baca: Bingung Golkar Jelang Pemilihan Umum)