“Kami tetap jalan. Undangan sudah kami sebar,” kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di Jakarta, Jumat (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 23.00 WIB semalam, Munas Bali disebut bakal tetap digelar. Di Bali, suasana Munas telah terasa. Nusa Dua dipersiapkan untuk menyambut ribuan kader Golkar dari berbagai penjuru tanah air.
Kemeriahan di Bali itu kontras dengan kebingungan yang terjadi di Kantor DPP Golkar, Jakarta. Jelang pergantian hari, kubu Ical kebingungan ketika Akbar Tandjung mengumumkan hal mengejutkan seusai rapat mediasi bersama Agung.
“Saudara Aburizal bersedia untuk melaksanakan Munas pada tahun 2015, namun di luar bulan Januari. Sedangkan Saudara Agung Laksono tetap ingin Munas Januari. Sekarang masalahnya tinggal memilih waktu yang tepat,” kata Akbar kepada pewarta.
Kegamangan pun melanda. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin yang semula berencana terbang ke Bali siang ini, Sabtu (29/11), justru sibuk mencari informasi tentang kepastian jadi-tidaknya Munas digelar.
“Saya juga bingung, sedang cari informasi. Teman-teman sudah di Bali. Membingungkan,” kata Nurul kepada CNN Indonesia. Nurul merupakan salah satu panitia pelaksana Munas. Apabila panitia saja bingung, apalagi kader lain.
Di sisi lain, klaim Akbar bahwa Ical setuju Munas digelar 2015, tak ditelan begitu saja oleh sebagian kader Golkar dari kubunya. Wasekjen Golkar Tantowi Yahya masih yakin Munas 30 November jadi digelar di Westin Resort, Nusa Dua.
Sungguh hal yang aneh bagi partai sebesar dan setua Golkar, bahwa hajatan paling besar partai itu justru dilanda kekacauan sedemikian rupa, membuat kader-kadernya gamang luar biasa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian tentang nasib penyelenggaraan Munas.
Sang Ketua Umum, Aburizal, pun belum memberikan pernyataan resmi satu kalimat pun tentang Munas yang dia rencanakan ini –apakah jadi digelar atau mundur ke tahun 2015 seperti kata Akbar Tandjung.