Menurut Airlangga, Munas dirancang agar lebih menguntungkan Aburizal Bakrie selaku petahana. Misalnya, menurut Airlangga, panitia Munas bersifat over protected.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Munas kali ini, menurut Airlangga, Aburizal pun memiliki fasilitas berlimpah untuk menggerakkan mesin partai agar dukungan mengalir kepadanya.
Apapun kondisinya, Airlangga merasa telah kepalang basah dan menyatakan akan terus bertempur dalam pemilihan ketua umum Golkar. Ia berharap Aburizal menepati janjinya bahwa proses pemilihan akan berlangsung demokratis.
“Kami telah bulatkan tekad. Kami akan tagih ruang demokratis saat pembahasan calon ketua umum,” ujar Airlangga.
Airlangga adalah satu-satunya bakal calon yang masih hendak bertarung dengan Ical, sapaan Aburizal. Bakal calon lainnya yang menghadiri Munas, MS Hidayat, telah mengundurkan diri dan mengalihkan suara pendukungnya ke Ical.
Ical sempat mengatakan tak keberatan jika nantinya Airlangga mundur dari bursa calon ketua umum Golkar. “Bagus jika seperti itu (mundur). Tidak tahu (ada aklamasi atau tidak). Tergantung ada atau tidak calon lain,” ujar Ical.
Sebelumnya, kubu Agung Laksono menolak Munas Bali karena menuding Munas hanya digunakan Ical untuk memuluskan upayanya menduduki kembali kursi ketua umum Golkar secara aklamasi.