Akbar mengaku telah membujuk Priyo Budi Santoso untuk menjadi penyambung lidah kepada Agung agar bisa mempertemukan dia dengan Ical. Saat itu Akbar menghendaki agar komunikasi dilakukan sesegera mungkin mengingat Munas IX bakal menentukan ketua umum baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pernyataan Agung, Akbar pun menganggap peluang untuk mempertemukan dua kubu telah usai. Upaya mediasi tak bakal ada lagi sebab pemilihan ketua umum Golkar hanya tinggal menunggu hitungan jam.
Jalan lain yang ditempuh Agung adalah sikap dia yang kukuh menggelar munas tandingan pada Januari 2015. Namun Akbar meragukan keabsahan dari upaya yang digalakkan Agung Cs.
Menurut Akbar, munas baru bisa dikatakan sah jika diselenggarakan dengan persetujuan ketua umum partai. Dalam hal ini, ketua umum yang sah adalah ketua yang dipilih di munas ke-8, Ical.
Selain itu, Akbar meragukan keabsahan munas tandingan gagasan Agung Cs. Sebab munas sedianya melibatkan peserta yang terdiri dari DPD I dan II serta ormas sayap partai. "Peserta mana yang akan datang ke munas itu masih jadi pertanyaan," ujarnya.