Demikian diungkapkan oleh Sekertaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto kepada CNN Indonesia di Istana Negara, seusai menghadiri acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Andi menjelaskan, dalam agenda pertemuan tersebut, Jokowi bukan menerima SBY sebagai mantan presiden maupun ketua umum Partai Demokrat, melainkan sebagai Chairman Global Green Growth Institute (GGGI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, lanjut Andi, Jokowi dan SBY tak akan berbicara soal politik. "Enggak (membahas politik), karena ada delegasi lainnya yang menemani. Jadi, GGGI enggak mungkin belok agendanya," kata ahli kajian strategis itu.
"Bukan urusan dalam negeri. Urusannya GGGI," kata Andi.
Menurut Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, GGGI merupakan institusi yang diinisiasi oleh 18 negara pada 16 Juni 2010. Indonesia merupakan salah satu dari negara-negara pendiri institusi yang bergerak antar disiplin ilmu, multi stakeholder, dan beranggotakan negara maju serta negara berkembang ini.
GGGI berusaha menjembatani dua hal terpisah, yaitu antara negara maju dan negara berkembang, antara teori dengan praktek, dan antara sektor publik dan sektor privat. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan green growth.