Apa yang dilakukan Mbah Moen, menurut Arsul, merupakan tindakan bijak, bukan bentuk keberpihakan dia terhadap kubu Djan. "Mbah Moen ulama bijaksana yang mengayomi semuanya. Jadi tidak bisa dianggap Mbah Moen hanya mengakui kubu A atau kubu B," ujar Arsul, Kamis (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arsul melihat Mukernas kubu Djan hanya forum silaturahmi, dan ia tidak akan hadir dalam Mukernas itu.
Apapun yang dihasilkan Mukernas Jakarta saat ini, Arsul berharap itu dapat menyelesaikan perselisihan di antara kedua kubu.
Ia juga menekankan penggunaan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Partai sebagai alat ukur untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan semangat islah.
"Yang sah yang harus dikedepankan, yang kurang sah yang harus gabung," kata dia.