Syamsuddin memandang bila konflik internal Golkar dan PPP tak bisa segera diselesaikan maka akan berdampak tambah buruk bagi kesolidan KMP. “Kalau PPP keluar dari keanggotaan KMP, KMP akan makin goyah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti senior pada Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI ini menganggap bahwa akan lebih menguntungkan kalau PPP dan Golkar bisa bergabung dengan KIH. Pembagian jabatan di pemerintahan bisa didapat jika PPP dan Golkar menyatu dengan KIH.
Adapun PPP kubu Romahurmuzy yang selama ini pro-KIH mendorong agar PPP secara keseluruhan bisa bergabung ke KIH. Wakil Sekretaris Jenderal PPP kubu Romahurmuzy, Arsul Sani, mengharapkan PPP bisa segera islah dan berkoalisi dengan poros PDI Perjuangan itu.
Menurut Arsul bila nanti PPP merapat ke KIH tidak lantas tumpul dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat. “Kalau PPP bergabung ke KIH kami akan tetap mengkritisi jalannya pemerintahan Jokowi. PPP di DPR punya 39 anggota, sekitar 30 orang ada di kubu Romy,” tutur Arsul.