Hal ini dinyatakan oleh politisi PDIP Charles Honoris saat dihubungi Selasa (16/12). Menurutnya, hal ini mirip dengan yang terjadi di tubuh PPP dan Golkar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Charles mengatakan PDIP akan tetap siaga apabila skenario untuk memecah PDIP semakin masif jelang kongres 2015 nanti. "Kita perlu siaga satu," ujarnya.
Menurut Puan, sebagai seorang presiden, Jokowi akan terus fokus untuk memimpin negara. "Pak Jokowi kan akan fokus sebagai pemimpin nasional. Jadi ya itu saja jawabannya," kata putri Megawati ini.
Terkait terpilihnya dirinya sebagai kandidat nomor dua, tepat satu peringkat di bawah Jokowi dan satu peringkat di atas Megawati, Puan tak mau memberi komentar.
Dari hasil survei Cyrus tersebut, sebanyak 48 responden menilai Megawati tidak layak lagi memimpin PDIP. Pubik berharap ada regenarasi dalam kepemimpinan partai.
Untuk pengganti Mega, responden lebih memilih Joko Widodo untuk jadi ketua imum PDIP. Presiden RI itu didukung oleh 26,1 persen sementara Megawati hanya didukung 16,7 persen. PDIP sendiri akan menggelar Kongres pada April 2015. Namun meski masih lama, nama Megawati kembali mengemuka untuk memimpin PDIP.