Pasek mendengar ada upaya untuk memaksa Dewan Pimpinan Cabang dan Dewan Pimpinan Daerah Demokrat agar membuat pernyataan bermaterai guna mendukung aklamasi calon tunggal ketua umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami bertujuan menciptakan kader-kader pejuang, bukan kader-kader penikmat, apalagi Sengkuni. Kami bangun solidaritas, bukan asal puja-puji tapi di belakang beda,” kata Gede Pasek kepada CNN Indonesia, Rabu (17/12).
Dalam cerita Mahabharata, Sengkuni digambarkan sebagai tokoh antagonis yang suka mengadu domba. Sengkuni merupakan pendukung kelompok Kurawa dalam menjatuhkan Pandawa.
Alasan lain Pasek mencalonkan diri menjadi ketua umum ialah sebagai bentuk protes atas puluhan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Demokrat yang dicopot dari jabatan mereka oleh Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan dan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro ‘Ibas’ Yudhoyono. Padahal, menurut Pasek, orang-orang yang dilengserkan itu memilih SBY pada Kongres Luar Biasa Demokrat Maret 2013.
Secara terpisah, politikus Demokrat Ruhut Sitompul menanggapi negatif pencalonan Pasek. Menurut Ruhut, Pasek hanya mencari popularitas. Hanya SBY yang mampu dan layak memimpin Demokrat di mata Ruhut.
“Partai lain boleh punya banyak matahari. Di partai kami cuma ada satu matahari, Pak SBY. Ada enggak yang mampu mengimbangi Pak SBY?” tantang Ruhut.
Meski demikian, Wakil Ketua Umum Demokrat Max Sopacua menyatakan partainya membuka kesempatan bagi kader-kader lain yang kompeten dan berintegritas untuk bersaing dengan SBY.
Nama-nama lain yang mengemuka dalam bursa calon ketua umum Demokrat selain Pasek ialah Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie, pendiri Partai Demokrat Sys NS, dan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok. (Baca Mubarok: Banyak yang Bergerilya untuk Pencalonan Saya)