"Jangan dianggap suatu aib tapi menjadi sesuatu yang mulia dalam hal konsolidasi demokrasi," ujar Ade di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu (17/12).
Ade berpendapat dengan menjadi oposisi Partai Golkar dapat menjalankan tugas sebagai pengontrol dan penyeimbang sehingga konsolidasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini parlemen betul-betul dikuasai oleh KMP yang notabene kumpulan partai di luar pemerintahan.
Kendati demikian, ia memang mengakui adanya kesulitan dari para kader untuk menyesuaikan diri sebagai anggota oposisi. Diketahui, kali ini pertama kalinya Partai Golkar menjadi oposisi.
"Memang sulit berada di luar pemerintahan karena selama ini ada di dalam. Tidak mudah menyesuaikan diri, kultur dan kebiasaan. Partai Golkar jadi belajar bagaimana rasanya di luar pemerintahan. Itu, kan, mulia," kata dia menegaskan.
Keyakinan Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) tersebut berbeda dengan apa yang diyakini Golkar kubu Agung Laksono. Pihak Agung mengatakan Partai Golkar harus menyesuaikan persepsi yakni mendukung pemerintah sebagai doktrin dari Partai Golkar.