"Percaya, Beringin tidak akan tumbang meski diserang dari delapan penjuru angin. Akarnya terlampau kuat dan sudah teruji. Apa yang terjadi hari-hari ini pada Golkar, belum ada apa-apanya saat awal reformasi," ujar Bambang melalui pesan singkat, Ahad (21/12).
Bambang menceritakan kembali kondisi Golkar pada masa reformasi yang mengguncang hingga ke akar seperti terdapat banyak kantor Golkar dibakar, para kader diburu bahkan ditelanjangi, dihina dan dicaci maki. Demonstrasi tiada henti dan terjadi tuntutan untuk membubarkan Golkar di hampir seluruh wilayah di tanah air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Bambang menanggapi hasil Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut, Golkar bisa berada di bawah 10 persen apabila konflik dualisme tidak segera berakhir. Bukan hanya itu, peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, Golkar hanya bisa menjadi kenangan dalam buku sejarah politik Indonesia.
"Daripada saling tuding, lebih baik siapkan bukti-bukti hukum biar terbuka semua. Mana Munas (Musyawarah Nasional) yang memenuhi aturan dan mendapat dukungan DPD I dan DPD II se-Indonesia. Mana munas yg seada-adanya," katanya.