Politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait atau yang biasa disapa Ara yakin Kongres PDI Perjuangan 2015 mendatang akan berjalan demokratis. Meski ia tidak menampik akan adanya kesempatan bagi turunan biologis Bung Karno seperti Puan Maharani untuk memimpin PDIP.
"Yang biologis dan idelogis juga ada. Apabila dia cukup banyak memiliki dukungan, kasih kesempatan dong. Ke semuanya juga. Ini kan enggak penting dia anak siapa, yang penting itu kan integritas dia," kata Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut saat ditemui, Ahad (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau PDIP feodal, kalau Megawati oligarki, maka saat PDIP 2014 menang pemilu seharusnya Mega memilih dirinya sendiri saja. Tapi dia dengar suara rakyat enggak? Toh di jadinya memilih Jokowi, berarti dia demokratis enggak?," ujar Ara.
Ia membantah akan adanya aklamasi pada saat Kongres 2015 tersebut kepada Megawati. Oleh karena itu, menurutnya sangatlah mungkin kader-kader PDI Perjuangan lain yang akan terpilih menjadi ketua umum PDIP.
"Sangat mungkin. Soekarno itu kan ideologi. Ada Jokowi, Teras Narang, Pramono Anung, Tjahjo Kumolo dan yang lainnya kan anak ideologisnya Soekarno, parameternya apa? Ya tindakan mereka sesuai dengan ajaran Bung Karno," tuturnya.
Sebelumnya, hasil survei Cyrus Network menyebutkan Joko Widodo lebih diunggulkan untuk menjadi ketua umum PDIP daripada Megawati Soekarnoputri. Hal tersebut terlihat dari dukungan mereka kepada Jokowi sebesar 28 persen, Megawati sebesar 23 persen dan Puan sebesar 17 persen.
Survei ini dilakukan pada 1-7 Desember lalu kepada 1220 responden di 122 desa dari 33 provinsi.
Namun, hasil survey tersebut pun dimentahkan oleh sejumlah politikus PDIP. Menurut mereka, survei tersebut tidak akan mempengaruhi kondisi internal partai karena survei tersebut dilakukan kepada publik yang tidak mengetahui kondisi internal partai.