Dalam keterangannya kepada media, Ketua Umum Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional Jakarta Agung Laksono mengatakan kedua tim juru runding hanya akan melakukan pembicaraan awal. "Ya Jangan langsung bicara yang berat-berat dulu. Yang ringan-ringan saja," ujar Agung di Kantor DPP Golkar, Jakarta, kemarin.
Hal senada juga diutarakan salah seorang anggota tim juru runding kubu munas Jakarta, Priyo Budi Santoso. Menurutnya, perundingan esok hari menjadi tempat mereka untuk bicara dari hati ke hati dengan yang lain.
"Ini kan masih bersifat awal, nanti kami berbicara dari hati ke hati," kata Priyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya juga berunding, maka kami akan saling mencermati dan memperhatikan masing-masing pihak. Jangan ada harga mati, kalau begitu untuk apa juru runding," katanya.
Terdapat beberapa poin yang diajukan oleh kubu Agung Laksono untuk mencapai islah. Pertama, membawa Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih. Kedua, mendukung pemerintah, seperti persepsi yang tertuang dalam doktrin partai Golkar.
Ketiga, menolak melakukan Pilpres melalui MPR. Keempat, merubah slogan Golkar menjadi 'Suara Rakyat Suara Golkar'. Kelima, mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah.