"Posisi Partai Golkar itu otoritas dari Golkar sendiri, apakah di tengah, mendukung pemerintah atau iris-irisan ada yang mendukung atau tidak," ujar Aria saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (7/1).
Diketahui, Golkar Agung bersikeras untuk keluar dari KMP. Kemudian menjadi partner pemerintah yang kritis. Bahkan Agung Laksono mengatakan hal ini menjadi harga mati bagi kubunya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ini kan sebenarnya tidak bikin kesekretariatan. Kami tetap berikan pembelaan ke pemerintah dengan cara yang tepat. Kalau presiden salah, ya kami kritik," tegasnya.
Namun, yang masih menjadi masalah adalah posisi dari Partai Golkar, apakah akan tetap di KMP, berdiri sendiri seperti Partai Demokrat atau bahkan bergabung dalam KIH. Hal ini lah yang juga akan dibahas dalam perundingan kubu Agung dan Ical pada Kamis (8/1) sore.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono menyampaikan, kubunya akan mengajukan lima syarat islah kepada kubu Munas Bali pada saat pertemuan negosiasi perdamaian yang digelar Kamis (8/1).
Syarat pertama dan utama dari kelima syarat tersebut yakni menyangkut posisi Golkar di koalisi. Agung menjelaskan, syarat pertama berhubungan dengan kedudukan partai untuk terikat lagi dengan koalisi apapun. "Cukup sampai pilpres, sehingga kami nyatakan Golkar keluar dari KMP (Koalisi Merah Putih). Bukan berarti pindah," ujar Agung, Rabu (7/1).
(obs)