"Bukannya kami tidak tertarik, tapi jika kami meminta jatah, kami seperti tidak mempunyai etika. Sikap Partai NaDem dari awal seperti itu," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/1). Viktor mengatakan, kebijakan ini telah disosialisasikan di dalam internal partainya oleh dewan pimpinan pusat dan pimpinan fraksi.
Viktor pun tak banyak mau banyak berbicara soal pembagian jatah kursi AKD milik fraksinya kepada fraksi lain. "Bebas. Mau dibagi ke siapa, silahkan," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sumbangan suara NasDem berada di bawah Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. "Sebaiknya, pimpinan AKD itu diisi oleh partai pemenang sampai partai peringkat empat. Selain itu, ya keluar saja," kata Viktor.
Viktor memaparkan, karena tak mendapatkan jatah pimpinan komisi, fraksinya akan fokus menyerap aspirasi dan menyokong kerja komisi melalui pemikiran dan gagasan. "Itu lebih baik daripada duduk di kursi pimpinan tapi tidak berbuat apa-apa," katanya. (meg/obs)